Lima Warga Wado yang Terlantar di Papua Akhirnya Pulang ke Sumedang

  • 15 Mar 2026 19:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang - Lima warga Kecamatan Wado yang sempat terlantar saat bekerja di Kabupaten Yahukimo, Papua, akhirnya kembali ke kampung halaman. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di Pos Pelayanan Terpadu Polres Sumedang, kawasan Terminal Ciakar.

Bupati Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukur karena kelima warga tersebut dapat kembali ke Sumedang dalam keadaan selamat setelah sebelumnya mengalami berbagai kesulitan selama berada di Papua.

“Alhamdulillah malam hari ini saya bersama Pak Kapolres menerima kedatangan lima warga Sumedang yang kemarin terlantar di Papua, tepatnya di Yahukimo. Sekarang sudah sampai di Sumedang berkat bantuan Pak Gubernur Jawa Barat, kemudian dijemput oleh Dinas Kesehatan Sumedang serta dukungan dari Pak Kapolres dan Pemda Sumedang,” ujar Dony, dalam keterangannya, Sabtu 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kelima warga tersebut sebelumnya berangkat ke Papua karena tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Mereka dijanjikan bekerja di wilayah perkotaan, namun setelah tiba justru ditinggalkan oleh pihak yang merekrut mereka.

“Mereka ini sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan di Sumedang. Karena sedang tidak ada pekerjaan, ada yang menawarkan kerja dengan upah besar dan katanya tidak di pedalaman. Ternyata setelah berangkat, mereka justru ditinggalkan,” katanya.

Setibanya di Sumedang, kelima warga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Pemeriksaan dilakukan karena selama berada di Papua mereka mengalami berbagai kesulitan, bahkan salah satunya sempat terserang malaria.

Bupati Dony menegaskan peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas.

“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Masyarakat harus lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa bekerja di Sumedang dan sekarang bisa berbahagia berkumpul dengan keluarga menjelang Lebaran,” ujarnya.

Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak dikenal, terutama yang menjanjikan gaji besar di luar daerah.

“Kami menghimbau masyarakat agar waspada terhadap calo-calo yang menawarkan pekerjaan di luar daerah. Jangan mudah tergiur. Jika ada penawaran kerja dari orang yang tidak dikenal, sebaiknya dilaporkan ke pihak kepolisian agar bisa kami cek kebenarannya,” kata Sandityo.

Menurutnya, kejadian serupa kemungkinan tidak hanya terjadi sekali, namun banyak yang tidak terungkap karena tidak diketahui publik. “Yang ini mungkin diketahui karena sempat viral. Namun bisa saja masih ada kejadian lain yang serupa. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga yang dipulangkan, Dedi, mengaku bersyukur bisa kembali ke Sumedang setelah mengalami masa sulit di Papua.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa pulang. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, terutama Pak Gubernur Jawa Barat, Pak Bupati dan Pak Kapolres yang sudah memfasilitasi sehingga kami bisa kembali ke Sumedang dengan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....