Pemkab Apresiasi Polres Gagas Gerakan Pangan Murah

  • 12 Mar 2026 12:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut mengapresiasi Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di gagas Polres Garut."Kami sangat mengapresiasi program GPM ini yabg digagas baik oleh Polri maupun TNI yang cukup masif melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka ketahanan pangan dan menstabilkan harga dipasaran,"kata Sekertaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana, di Garut, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia mengatakan jika berkaitan dengan program kebutuhan pokok penting (Gapokting) di wilayah Kabupaten Garut pihaknya meminta bantuan ke TNI/Polri."Bahkan kami sering meminta bantuan saat Pemkab menggelar program yang sama,"ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut juga memiliki subsidi untuk kegiatan pangan murah yang biasa digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian maupun oleh Disperindag Kabupaten Garut." Ya walaupun kecil kami selalu memberikan subsidi 2 sampai 3 ribu rupiah untuk semua produk yang dijual di gerakan pangan murah ini,"ujarnya.

Ia menyampaikan, pihaknya menjamin stok kebutuhan pokok hingga lebaran cukup tersedia, bahkan siap memasok jika ada masyarakat yang memerlukan pasokan untuk program gerakan pangan murah."Kami menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat mulai dari beras, sayuran dan kebutuhan pokok lainnya mencukupi hingga pasca lebaran mendatang,"katanya.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kepedulian Polres Garut dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Melalui program ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.” ujarnya.

Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, bahkan sebagian di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Beberapa komoditas yang disediakan antara lain cabai, bawang merah, bawang putih, wortel, tomat, dan timun yang dijual dengan harga Rp. 5.000 per paket. "Dipastikan sejumlah harga kebutuhan pokok penting yang dijual.melalaui gerakan pasar murah ini harganya dibawah harga pasaran pada umumnya walaupun selisih harganya tidak terlalu besar,"katanya.

Rekomendasi Berita