Farhan, Sinergi Kolaborasi Lintas Level Pemerintahan Menjadi Fondasi Penting
- 22 Feb 2026 11:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, dan pemerintah pusat dinilai semakin solid dalam satu tahun terakhir. Kolaborasi lintas level pemerintahan tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat berbagai program pembangunan di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan program pemerintah provinsi berjalan selaras dengan kebutuhan kabupaten/kota.
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang tidak pernah lelah untuk berkeliling ke daerah-daerah sehingga selalu ada nyambungnya,” ujar Farhan, Minggu 22 Februari 2026.
| Baca juga: Farhan: Fondasi Bandung Utama Diperkuat |
Menurut Farhan, komunikasi yang intens antara pemerintah kota dan provinsi membuat berbagai persoalan strategis dapat dibahas dan diselesaikan secara kolaboratif. Mulai dari isu infrastruktur, penguatan layanan publik, hingga pengelolaan kebun binatang dan penataan kawasan bersejarah, seluruhnya didorong melalui pendekatan sinergi.
Ia bahkan menyebut hubungan antara wali kota dan gubernur terjalin dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Hal tersebut, kata dia, menjadi modal sosial yang kuat dalam mempercepat pengambilan keputusan dan eksekusi kebijakan di lapangan.
Tidak hanya di tingkat provinsi, komunikasi dengan pemerintah pusat juga berjalan erat. Farhan mengungkapkan, koordinasi dilakukan dengan jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya kementerian yang berkaitan langsung dengan urusan pemerintahan daerah dan pengembangan sektor strategis.
Beberapa di antaranya adalah Kementerian Dalam Negeri serta kementerian yang membidangi sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan. Menurut Farhan, dukungan kementerian sangat penting dalam memperkuat regulasi, legitimasi kebijakan, hingga dukungan anggaran bagi program-program daerah.
Dalam proses penetapan cagar budaya, misalnya, perhatian dari Kodam III/Siliwangi dan Kementerian Kebudayaan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas kewenangan.
Farhan menegaskan, sinergi antarpemerintah mutlak diperlukan karena banyak program nasional membutuhkan kesiapan daerah, baik dari sisi perencanaan, regulasi, maupun dukungan pembiayaan. Tanpa keselarasan arah kebijakan, target pembangunan dikhawatirkan tidak akan tercapai secara optimal.
Ia menuturkan, arah pembangunan harus berjalan selaras dari pusat hingga daerah. Perencanaan makro di tingkat nasional perlu diterjemahkan secara presisi dalam kebijakan teknis di daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,“ Semua harus berjalan seirama, seiring,” tegasnya.
Farhan optimistis, dengan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang rutin, serta kolaborasi yang solid di semua level pemerintahan, berbagai tantangan Kota Bandung dapat dihadapi lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.
" berharap, pola sinergi yang sudah terbangun ini terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdampak nyata bagi warga Kota Bandung," tandasnya.