DPRD Jabar Dorong Gerakan Mahasiswa Edukasi Sampah Diperluas
- 03 Okt 2026 10:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID Bandung – DPRD Jawa Barat mendorong gerakan mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah diperluas hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mengatakan perguruan tinggi di berbagai daerah dapat dilibatkan untuk membantu pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat.
"Kita mendukung apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan mahasiswa. Seperti halnya Untuk pilot project di Arcamanik dengan Unisba, itu cukup baik dan perlu diperkuat dengan menambah jumlah mahasiswa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengedukasi program 3R," ujar Tedy, Sabtu 3 Oktober 2026
Tedy berharap gerakan tersebut tidak hanya menyasar Bandung Raya, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama di seluruh Jawa Barat. "Dan besar harapan sebetulnya ini menjadi gerakan se-Jawa Barat. Di tiap kota dan kabupaten di Jawa Barat juga ada perguruan tingginya. Nah, ini kita dorong justru tidak hanya untuk Bandung saja, tetapi se-Jawa Barat dengan melibatkan seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat untuk turun bersama-sama dengan pemerintah memberikan edukasi," katanya.
Menurut Tedy, kegiatan edukasi tersebut dapat diintegrasikan dengan program kuliah kerja nyata (KKN) maupun kuliah lapangan. Hal itu dinilai dapat memperluas edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis 3R kepada masyarakat.
"Termasuk juga dengan mengoptimalkan KKN maupun kuliah lapangan. Itu lebih diarahkan untuk salah satu yang menjadi PR di Jawa Barat, yaitu masih dibutuhkannya edukasi yang masif terkait dengan 3R pengelolaan sampah," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah daerah telah memiliki gerakan pengelolaan sampah masing-masing. Di Kota Bandung, misalnya, dikenal gerakan Kang Pisman atau Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan. Sementara di Kota Cimahi terdapat gerakan Ompimpa, atau Orang Cimahi Memilah Sampah.
Tedy menilai materi edukasi yang disampaikan mahasiswa kepada masyarakat perlu memiliki standar yang jelas agar pesan yang diberikan seragam dan tepat. "Kita support dan juga kita dorong agar ada kejelasan terkait dengan materi yang disampaikan sehingga tepat, distandarisasi, dan juga tentunya didampingi oleh dosen-dosennya. Jadi, tidak hanya sekadar mahasiswa," katanya.
Selain mahasiswa dan perguruan tinggi, Tedy juga mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Barat dalam memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. "Plus juga pelibatan dari seluruh ASN di Jawa Barat ini untuk terlibat bersama-sama melakukan edukasi ke masyarakat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....