Korban Hilang Kapal Virgo, Anggota DPR RI Lola : Maksimalkan Pencarian
- 14 Sep 2026 15:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut — Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga warga Garut yang menjadi korban kecelakaan KM Virgo. Dari 23 warga Garut yang dilaporkan menjadi korban, 11 orang di antaranya masih dalam pencarian.
Anggota DPR RI Komisi III dari Daerah Pemilihan Garut-Tasikmalaya, Lola Nelria Oktavia, menyampaikan duka cita dan empati kepada seluruh keluarga korban. Ia berharap proses pencarian terhadap korban yang masih hilang dilakukan secara maksimal.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban KM Virgo, khususnya warga Garut. Kita berharap proses pencarian korban yang masih hilang dapat dilakukan secara maksimal. Jangan sampai keluarga korban merasa berjuang sendiri dalam menghadapi musibah ini,” kata Lola, di Garut, Senin, 14 Setember 2026.
Menurut Lola, para korban berangkat dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga. Karena itu, penanganan musibah tidak boleh berhenti pada proses evakuasi dan pencarian korban.
Ia mendorong pemerintah memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan, informasi yang jelas, serta bantuan sesuai dengan hak mereka.
Lola juga meminta koordinasi antar instansi diperkuat, mulai dari proses pencarian, evakuasi, identifikasi korban, hingga penanganan keluarga yang terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana korban bisa ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian. Kami akan ikut mengawal agar penanganannya dilakukan secara serius, manusiawi, dan keluarga korban mendapatkan hak-haknya,” ujarnya.
Lola menegaskan, empati terhadap korban tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan belasungkawa. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh keluarga yang tengah menghadapi musibah.
Di tengah ketidakpastian nasib 11 warga Garut yang masih dalam pencarian, keluarga korban kini hanya bisa berharap proses pencarian terus dilakukan hingga memberikan kepastian.
Bagi keluarga korban, musibah ini bukan sekadar angka. Di balik 11 warga yang masih hilang, ada keluarga yang terus menunggu kabar dan berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan.
Salah satunya adalah keluarga Salbi Al Ghifari, pemuda berusia 19 tahun asal Kampung Panyingkiran, Desa Situsaer, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Salbi diketahui baru sekitar satu setengah bulan bekerja di kapal tersebut. Ia berangkat menuju Banjarmasin dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan membantu kehidupan keluarganya.
Pesan pamit Salbi sebelum berangkat kini menjadi kenangan yang terus terngiang di tengah penantian keluarganya.
Ayah Salbi, Teten Arif Rahman, menyebut komunikasi terakhir dengan putranya terjadi pada malam Minggu ketika Salbi dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Bukan hanya Salbi, dua anggota keluarganya yang juga berada di kapal tersebut hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....