DPRD Jabar Dukung Reaktivasi Bandara Husein, BIJB Kertajati Harus Tetap Optimal

  • 09 Jul 2026 19:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. Namun, DPRD menekankan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan keberlangsungan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, yang telah dibangun dengan investasi besar.

“Kami menyambut baik Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan komersial. Meski demikian, pemerintah juga harus memastikan BIJB Kertajati tetap optimal agar investasi yang telah dikeluarkan tidak sia-sia,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis 9 Juli 2026.

Menurut MQ Iswara, BIJB Kertajati merupakan proyek strategis yang diperjuangkan sejak 2012, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Bandara ini diproyeksikan menjadi pintu gerbang internasional utama Jawa Barat sekaligus mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016.

Namun, target tersebut tidak sepenuhnya tercapai karena pembangunan BIJB Kertajati maupun Jalan Tol Cisumdawu belum selesai sesuai jadwal. Akibatnya, bandara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal saat Jawa Barat menjadi tuan rumah PON.

“Sekarang BIJB Kertajati sudah berdiri, dan investasi yang dikeluarkan sangat besar. Bahkan perusahaan pengelola bandara masih memiliki kewajiban membayar cicilan dan bunga. Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat bagi semua pihak,” tegas Iswara.

Ia menambahkan, kebijakan reaktivasi Bandara Husein harus diiringi strategi yang mampu menjaga keberlangsungan BIJB Kertajati. “Perlu win-win solution agar masyarakat mendapatkan kemudahan akses transportasi udara tanpa mengabaikan aset strategis milik Pemerintah Provinsi Jabar,” ujarnya.

Berbagai opsi tengah dijajaki untuk meningkatkan keberlangsungan BIJB Kertajati. Selain melayani penerbangan haji yang relatif telah memiliki kepastian, pemerintah juga mengupayakan peningkatan penerbangan umrah, pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) bagi maskapai, hingga peluang kerja sama dengan sektor pertahanan.

Meski demikian, pengembangan penerbangan umrah masih menghadapi kendala, terutama tingginya biaya transportasi menuju BIJB Kertajati. “Kita masih mencari solusi untuk penerbangan umrah. Haji relatif sudah berjalan, sementara MRO juga sedang dijajaki. Terpenting, bandara ini benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Iswara.

Ia menekankan bahwa keberhasilan BIJB Kertajati tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga strategi pemasaran dan ketersediaan maskapai. DPRD berharap pengelola bandara mampu menarik lebih banyak maskapai agar membuka rute domestik maupun internasional. “Dengan semakin banyak pilihan penerbangan, masyarakat akan lebih mudah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia,” pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....