Siti Muntamah Dorong Penguatan Keluarga Cegah Penelantaran Anak
- 22 Mei 2026 19:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Tingginya kasus penelantaran anak di Jawa Barat menjadi perhatian berbagai pihak setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebut Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus Ke 2 tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani melalui penguatan fungsi keluarga serta kolaborasi berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah atau yang akrab disapa Ummi Siti Oded mengatakan tingginya kasus penelantaran anak di Jawa Barat tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk. "Jawa Barat itu penduduknya paling banyak. Sampai hari ini juga tidak dipungkiri masih ada penelantaran anak," ujar Ummi Siti saat dihubungi, Jumat22 Mei 2026.
Menurutnya, persoalan penelantaran anak perlu menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk melalui langkah yang lebih menyeluruh. Ia menilai penanganan persoalan tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan setelah kasus terjadi, tetapi juga perlu memperkuat upaya pencegahan sejak dini melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar.
"Tentu saja harus mencari terobosan-terobosan. Penanganan penelantaran anak ini tidak cukup hanya diberikan panti, tetapi kembali lagi bagaimana menguatkan fungsi keluarga itu sendiri," katanya.
Selain aspek keluarga, ia menilai faktor ekonomi dan lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam pencegahan penelantaran anak. "Yang paling penting adalah penguatan keluarga itu sendiri. Kemudian penguatan nilai-nilai, empati, kepedulian keluarga terdekat, dan lingkungan sekitar," ujarnya.
Ummi Siti menambahkan penanganan persoalan tersebut memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, upaya penyelesaian kasus penelantaran anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen mulai dari pemerintah hingga lingkungan masyarakat terdekat.
"Saya yakin kolaborasi dalam menyelesaikan masalah ini sangat penting. Semua pihak, baik pemerintah, desa, sampai RW harus mengambil tanggung jawab," Pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....