Buky Wibawa: Napak Tilas Padjadjaran Bukan Sekadar Seremoni

  • 06 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna menegaskan bahwa kegiatan Napak Tilas Padjajaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang bukan sekadar agenda budaya, melainkan cerminan kuatnya identitas masyarakat Sunda yang masih terjaga di tengah arus zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, Selasa 5 Mei 2026, saat ia mengulas kehadirannya dalam rangkaian kegiatan yang menyedot perhatian publik.

“Beberapa hari lalu, saya hadir di tengah kemeriahan Napak Tilas Padjajaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang,” tulisnya. Ungkapan itu menjadi penanda bahwa kegiatan budaya tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menyentuh ruang batin masyarakat.

Menurut Buky, antusiasme masyarakat menjadi indikator nyata bahwa nilai budaya Sunda tidak sekadar dipertontonkan, melainkan benar-benar hidup dan berdenyut di tengah publik. Kehadiran warga dari berbagai lapisan memperlihatkan keterikatan emosional yang kuat terhadap akar budaya.

“Di sepanjang rangkaian kegiatan, terasa sekali bagaimana masyarakat menyambut dengan hangat dan antusias. Suasana yang tercipta bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna tentang sejarah, identitas, dan kebudayaan Sunda yang masih hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Buky hadir bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak memperkuat upaya menghadirkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam ruang publik. Kehadiran pemimpin daerah menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya.

“Bersama Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, saya menyaksikan bagaimana nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal kembali dihadirkan dan dirasakan secara nyata. Ada rasa bangga yang tumbuh dari upaya menjaga warisan budaya ini tetap relevan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Buky menekankan bahwa kegiatan semacam ini memiliki fungsi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia berharap momentum Napak Tilas Padjajaran dapat menjadi pengingat bersama untuk terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai budaya Sunda bagi generasi mendatang.

“Semoga acara ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bersama untuk terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai budaya Sunda bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....