Momentum Hardiknas, Encep Sugiyana Ajak Semua Pihak Evaluasi Sistem Pendidikan

  • 04 Mei 2026 19:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, refleksi untuk mengembalikan arah dan tujuan Pendidikan Nasional. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS dr. Encep Sugiyana kepada RRI di Subang, Senin 4 Mei 2026.

Karena menurutnya, pendidikan merupakan komponen yang strategis dalam pembangunan bangsa, sekaligus melahirkan generasi bangsa yang berkualitas. Sehingga diharapkan pendidikan itu mampu melahirkan SDM generasi bangsa yang bisa menjawab tantangan bangsa kedepan.

"Oleh karena itulah, betapa strategisnya maslah pendidikan tersebut, apalagi kita akan menyongsong generasi emas tahun 2045 mendatang. Sehingga kita berbicara tentang pendidikan yang merupakan salah satu pondasi Indonesia kedepan," ujar dr. Encep Sugiyana.

Saat ini lanjut dia, dunia pendidikan itu masih menghadapi banyak problem, sepeti masih banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, karena faktor ekonomi, faktor dari anaknya itu sendiri, termasuk faktor ketersediaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan. Maka di tahun 2025 lalu, program oennaggulangan anak putus sekolah (PAPA), dengan harapannya di Jawa Barat tidak adalagi anak yang putus sekolah, sehingga diharapkan mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

"Itulah salah satu problem, masih banyaknya anak-anak kita yang putus sekolah," paparnya.

Kemudian problem lainnya yaitu, minimnya data tampung sekolah-sekolah negeri. Karena pada umumnya banyak anak itu, yang berharap bisa bersekolah di sekolah negeri, karena harapannya biaya pemdidikannya lebih ringan di banding dengan bersekolah di sekolah swasta. Maka dari itu pihaknya saat ini, sedang berupaya membangun sekolah-sekolah negeri yang baru, atau menambah ruang kelas baru, sehingga memiliki daya tampung siswa yang memadai.

"Problem tersebut, tentunya, harus menjadi pemikiran kita semua di DPRD Jawa Barat saat ini," terang dia.

Problem berikutnya yang tak kalah pentingnya lagi, lanjut ia, masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga guru, terutama untuk guru yang berstatus ASN. Apalagi sekrang ada aturan dari pemerintah, dimana daerah tidak boleh lagi mengangkat tenaga guru honorer. Kekmterbatasan tenaga guru honorer tersebut, tentunya sangat berpengaruh besar tehadap mutu dan kualitas pendidikan saat ini.

"Belum lagi kalau berbicara tentang kompetensi guru, sehingga berpengaruh terhadap menurunnya mutu dan kualitas pendidikan kita saat ini. Sehingga guru disibukan dengan tugas-tugas pemenuhan kpetensi tersebut, yang akibatnya tidak ada lagi persaingan di kalangan para peserta didik kita. Dulu ketiak pembagian rapat ada yang juara satu, atau rangking satu dan seterusnya. Bahkan sekarang sudah jarang peserta didik yang tidak naik kelas, sehingga akan berdampak juga terhadap menurunnya semangat belajar dikalangan generasi muda kita sekarang ini," tegasnya.

Maka dari itu, ia juga mengajak, di momentum peringatan Hardiknas kali ini, untuk bersama-sama melakukan evaluasi tentang sistem pendidikan, terlebih dulu sering berubah-rubanya kurikulum pendidikan, yang sebelumnya kurikulum merdeka, dan sekarang entah kurikulum apalagi. Dari aspek anggaran pun yang diamanatkan undang-undang sebesar 25 persen dari APBN, bahkan diharapkan bisa lebih lagi.

"Momentum peringatan hardiknas ini diharapkan, seluruh pemangku kepenting, Bersama-sama melakukan evalusi sistem pendidikan kita, baik itu dari semua problema yang ada, maupun dari sisi dukungan APBN, sehingga pendidikan itu bisa menyasar seluruh masyarakat kita, yang ada di pelosok-pelosok desa, dan tidak lagi tertumpu berada di daerah perkotaan. Itulah harapan-harapan kami di peringatan Hardiknas tahun ini," tandas Encep Sugiyana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....