Abah Iwan: Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Keluarga Jawa Barat
- 29 Apr 2026 17:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam menjaga ketahanan keluarga. Angka perceraian yang konsisten masuk tiga besar nasional, kasus stunting yang masih menghantui, hingga fenomena kekerasan dalam rumah tangga menunjukkan fondasi keluarga sedang berada di titik kritis.
Di tengah situasi ini, perempuan dipandang bukan sekadar korban, melainkan kunci jawaban. Hal itu terungkap dalam Saresehan Hari Kartini PKS Jawa Barat, Rabu 29 April 2026, di Kantor DPW PKS Jawa Barat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPW PKS, Iwan Suryawan, menekankan, ketahanan keluarga berawal dari komunikasi yang baik khususnya perempuan. Saking dahsyatnya kekuatan komunikasi perempuan jika tidak dikelola dengan baik, bisa mengubah yang damai menjadi pertempuran.
“Kalimat sesederhana ‘jangan bilang siapa-siapa’ bisa jadi pergerakan masif. Kalau sudah bilang jangan bilang siapa-siapa, pasti bocor,” ujarnya. Namun di balik candaan itu, ia menekankan pesan serius, komunikasi keluarga harus dibangun dengan hikmah, tanpa prasangka, sebagaimana tuntunan Al-Hujurat ayat 13.
Bagi pria yang akrab disapa Abah Iwan, komunikasi adalah infrastruktur ketahanan keluarga. Ia juga menyoroti peran besar perempuan dalam kehidupan sehari-hari. “Hampir seluruh amal sholeh, dari subuh hingga malam, selalu ada perempuan di baliknya. Lawan emak-emak mah moal bisa ngelehkeun,” katanya.
Tidak berhenti pada nilai, Abah Iwan menegaskan komitmen menghadirkan kebijakan nyata. Ia mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta program pelatihan vokasi tata boga dan tata rias yang terhubung dengan digital marketing.
“Perempuan ke depan harus berdaya bukan hanya ikut serta, tapi mengendalikan dan menjadi bagian dari pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Jawa Barat, Sari Sundari, menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi. “Ketahanan keluarga tidak akan terwujud jika perempuan bergerak sendirian. Kita perlu kompak, kita perlu bersatu, karena tantangan yang kita hadapi terlalu besar untuk dipikul masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, Jawa Barat yang istimewa hanya akan lahir dari keluarga-keluarga yang kuat, dan kekuatan itu bermula dari perempuan yang sadar akan peran strategisnya. “Kartini sejati bukan yang memilih satu peran dan meninggalkan yang lain. Kartini sejati adalah ia yang mampu menjadi benteng keluarganya sekaligus cahaya bagi masyarakatnya,” tambahnya.
Saresehan bertajuk “Kartini Bersinergi, Wujudkan Ketahanan Keluarga untuk Jawa Barat Istimewa” ini menghadirkan dua narasumber dari panggung legislasi dan lapangan seperti Ledia Hanifa Amaliah, anggota DPR RI, serta Cucu Sugiarti, anggota DPRD Jawa Barat.
Sekitar 40 peserta hadir, mewakili belasan organisasi perempuan, mulai dari PW Wanita Syarikat Islam, PW Salimah Jabar, hingga komunitas Sekolah Perempuan Indonesia. Di penghujung acara, Abah Iwan menutup dengan permohonan yang menyentuh: “Tolong beri kami nasihat, agar kami bisa berkontribusi dengan benar.” Kalimat itu menjadi pengakuan bahwa perempuan bukan sekadar objek kebijakan, melainkan mitra yang suaranya perlu didengar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....