Ratusan Bibit Pohon Ditanam Anggota DPRD
- 11 Feb 2026 17:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur kembali menggelar aksi penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di bantaran Sungai Kampung Ciwalen Legok, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Aksi penanaman dilakukan di kawasan yang dinilai rawan terdampak erosi dan longsor saat musim hujan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen partai dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi risiko bencana alam di wilayah Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Cianjur Fraksi PDIP, Hj. Ati Rosmiati, yang mendampingi Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Susilawati. Kehadiran para legislator itu sekaligus menunjukkan dukungan politik terhadap gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Susilawati menjelaskan, aksi tanam pohon kali ini mengusung konsep sistem “Wali Pohon”, yakni mekanisme penanggung jawab perawatan setiap pohon yang ditanam. Adapun jenis tanaman yang dipilih antara lain mahoni dan rasamala, yang dikenal memiliki akar kuat serta mampu menyerap air dengan baik.
“Program ini tidak hanya sebatas menanam, tetapi juga memastikan keberlanjutan perawatannya. Setiap pohon memiliki wali yang bertanggung jawab memantau pertumbuhannya,” ujar Susilawati di sela kegiatan.
Baca Juga: Ketua DPRD Minta Tindak Peredaran Obat Terlarang
Wakil Ketua DPRD Cianjur itu menambahkan, sistem tersebut dirancang untuk membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan. Dengan adanya penanggung jawab khusus, diharapkan bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang.
“Sistem wali pohon ini kami gagas untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif bahwa merawat alam adalah tugas bersama,” kata Susi.
Sementara itu, Hj. Ati Rosmiati menyampaikan bahwa program penghijauan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Ia menilai, partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan gerakan lingkungan berbasis komunitas.
Menurutnya, konsep “Satu Pohon, Satu Wali” dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi kerawanan bencana. “Program ini diharapkan bisa ditiru di daerah lain untuk menjaga Cianjur dari ancaman longsor sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....