Potato Corner Garut, Tonggak Hilirisasi Kentang dari PKS
- 21 Okt 2025 13:12 WIB
- Bandung
KBRN, Garut : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan Potato Corner atau Pojok Kentang di Agrowisata Tepas Papandayan, Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam hilirisasi kentang, sebuah upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian tersebut.
Ketua Majelis Syuro PKS, Muhammad Sohibul Iman, menjelaskan bahwa pihaknya ingin kentang menjadi salah satu produk unggulan yang diolah lebih lanjut sehingga memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. “Kita ingin kentang menjadi salah satu unggulan untuk dilakukan hilirisasi dengan berbagai produk yang meningkatkan nilai tambah,” ujar Sohibul Iman, Selasa, (21/10/2025)
Selain itu, menurut Sohibul Iman, kehadiran Potato Corner di agrowisata ini juga diharapkan dapat menambah daya tarik wisata sekaligus mengajak masyarakat sekitar untuk aktif terlibat dalam pengelolaan pangan. “Dengan cara seperti ini mudah-mudahan masyarakat di sini mau terlibat di dalam aktivitas bertani pengelolaan pangan di sini,” tuturnya.
Sohibul Iman menegaskan, PKS akan terus melakukan advokasi agar pengembangan hilirisasi kentang berjalan optimal, termasuk mengupayakan bantuan yang diperlukan. “Kami tentu akan men-scanning, melihat berbagai bantuan yang mungkin bisa disalurkan di sini. Tentu ke depannya bukan hanya kentang saja, kita ingin produk-produk yang di sini bisa kita olah lebih jauh,” jelasnya.
Dari pengamatan langsung bersama kepala desa setempat, Sohibul Iman memastikan akses pasar bagi petani kentang di Garut tidak menjadi masalah. Bahkan, sudah ada perusahaan besar yang siap menjalin kontrak dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk produk kentang.
“Tentu gols-nya adalah kesejahteraan masyarakat di sini. Karena dengan nilai tambah produksi berarti masyarakat yang terlibat semakin banyak,” pungkasnya.
Baca juga : Iwan Suryawan: Keberpihakan Kebijakan Kunci Majukan Pertanian
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi, menilai Kabupaten Garut sebagai salah satu penghasil kentang terbesar kedua di Indonesia dengan potensi besar untuk pengembangan. Ia menambahkan, pengembangan kentang akan didukung dengan penerapan teknologi pertanian, seperti klinik tanaman yang berperan dalam pengendalian hama dan perawatan tanaman.
“Klinik tanaman penting dan akan kita perkuat karena rata-rata kentang ini membutuhkan penanaman, pengendalian OPT (organisme penganggu tanaman), dan pemeliharaan yang luar biasa. Ini tentunya akan kita perkuat,” kata Agung.
Selain itu, Agung menegaskan pentingnya fasilitas Bangsal Pascapanen untuk menunjang hilirisasi kentang, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan bahwa produk pertanian harus memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
“Target Bapak Menteri, Andi Amran Sulaiman, hilirisasi ini adalah hal mutlak dilakukan. Kita tidak dianjurkan langsung mengekspor atau menjual dalam bentuk bahan baku. Tapi ada edit value yang diharapkan dari produk kentang ini,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi PKS, Iwan Suryawan, menambahkan bahwa perhatian khusus dari Kementerian dan DPP terhadap sektor pertanian harus diimbangi dengan peran aktif pemerintah provinsi. “Kementerian memberikan perhatian khusus kepada sektor pertanian, kemudian DPP juga sama memperhatikan itu. Memang provinsi harusnya lebih banyak lagi hadir untuk masyarakat di bidang pertanian ini,” ujarnya.
Iwan menegaskan bahwa kebijakan harus terus mendorong pengembangan pertanian tidak hanya di Garut, tapi juga di daerah lain sesuai potensi masing-masing. “Insyaallah dari segi kebijakan tentunya kita harus dorong ke pertanian, enggak ke saja Garut sebetulnya, yang lain juga sesuai dengan potensi di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....