ASN Disiapkan Ikuti Pelatihan Komcad Mulai April 2026

  • 28 Feb 2026 19:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dijadwalkan mengikuti pelatihan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) yang akan dimulai pada April 2026. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan durasi pendidikan selama satu setengah bulan untuk tiap gelombang.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pelatihan akan dibagi ke dalam dua gelombang.

“Gelombang pertama 2.000 orang selama satu setengah bulan, kemudian dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk durasi yang sama,” ujar Rico, dalam keterangannya, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, keikutsertaan ASN dalam program Komcad bersifat sukarela sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). Saat ini, proses telah memasuki tahap registrasi dan pendaftaran di masing-masing instansi.

“Ini sifatnya sukarela, tidak ada unsur paksaan atau kewajiban. Yang mendaftar akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kemenhan juga tengah menetapkan kuota peserta dari 49 kementerian yang akan mengirimkan pegawainya. Penentuan jumlah peserta disesuaikan dengan total sumber daya manusia di masing-masing kementerian. Instansi dengan jumlah pegawai lebih besar akan memperoleh alokasi kuota lebih banyak dibanding kementerian dengan jumlah pegawai lebih sedikit.

Selain itu, peserta yang mendaftar akan melalui tahapan seleksi administratif dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik. Soal komposisi gender, Rico menyebut hal tersebut diserahkan kepada kebijakan masing-masing kementerian berdasarkan pendaftaran internal.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan bahwa tidak seluruh ASN otomatis mengikuti pelatihan Komcad. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya bela negara, namun hanya diperuntukkan bagi ASN yang memenuhi persyaratan.

“Komcad adalah bagian dari keikutsertaan pemerintah dalam konteks bela negara. Tapi tidak semua ASN bisa menjadi Komcad, ada persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Rini.

Rini menambahkan, hanya ASN yang lolos seleksi dan memenuhi kriteria yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pemerintah memastikan proses berjalan sesuai regulasi dan prinsip profesionalitas.

Program Komcad sendiri merupakan bagian dari strategi pertahanan negara yang melibatkan warga sipil sebagai kekuatan cadangan, guna memperkuat sistem pertahanan nasional apabila dibutuhkan.

Rekomendasi Berita