Fadli Zon: Gedung Merdeka Merupakan Warisan Budaya Dunia

  • 28 Apr 2025 21:19 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Dalam rangkaian Hari Warisan Dunia dan memperingati 70 tahun KAA, Kementerian Kebudayaan RI menggelar seminar Hari Warisan Dunia. Momentum ini menjadi ajang refleksi bukan hanya atas sejarah perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, tetapi juga tentang pentingnya melestarikan warisan budaya di tengah tantangan zaman.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerangkan situs bersejarah di dunia khususnya di Indonesia dihadapkan pada tantangan kerusakan dampak bencana alam, maupun kerusakan oleh manusia. Oleh karena itu salah satu situs bersejarah Gedung Merdeka harus dijaga. "Kita berharap Gedung Merdeka, yang telah menjadi cagar budaya Nasional, dapat segera dimasukkan ke dalam tentative list untuk menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO," ujarnya, Senin (28/4/2025).

Lanjut Fadli, lebih dari sekadar bangunan tua, Gedung Merdeka dianggap sebagai "jantung sejarah" yang merekam lahirnya semangat persatuan bangsa-bangsa tertindas melawan kolonialisme.

“Peringatan 70 Tahun KAA tidak hanya mengenang peristiwa 70 tahun lalu, tetapi lebih penting lagi menjiwai nilai-nilai Dasa Sila Bandung semangat menghormati kedaulatan, memperjuangkan perdamaian, hak asasi manusia, dan melawan imperialisme. Nilai-nilai itu, masih sangat relevan hari ini, di tengah dunia yang kembali bergejolak,” imbuhnya.

Fadli Zon menuturkan, tragedi yang tengah melanda Palestina, di mana ratusan situs bersejarah di Gaza hancur akibat agresi militer Israel masih terjadi hingga saat ini. "Ini adalah cultural genocide, penghancuran sistematis terhadap identitas dan sejarah sebuah bangsa," katanya.

Disamping itu, Fadli Zon katakan, peringatan Hari Warisan Dunia tahun ini menyoroti bagaimana warisan budaya dunia kini berada di bawah ancaman bencana alam dan konflik bersenjata. Konferensi Asia Afrika mengubah peta perjuangan bangsa-bangsa tertindas, para tokoh, akademisi, dan pegiat budaya berkumpul untuk menyalakan kembali semangat yang sama, memperjuangkan perdamaian, melindungi warisan dunia, dan menjaga identitas bangsa di tengah ancaman global.

Hari Warisan Dunia, yang diperingati sejak 1983 atas prakarsa UNESCO, bukan hanya seremonial. Ia mengingatkan bahwa situs fisik, memori kolektif, dan nilai-nilai luhur adalah jembatan hidup antar generasi dan antar peradaban.

Gedung Merdeka, yang juga menyimpan Arsip KAA yang telah diskripsi sebagai Memory of the World, kini menjadi simbol penting bagi diplomasi budaya Indonesia. Pihaknya mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Bandung untuk mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika dan Gedung Merdeka sebagai Warisan Dunia.

"Bandung adalah kota diplomasi. Di sini, bangsa-bangsa Asia dan Afrika pernah berdiri sejajar memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri. Semangat Bandung Spirit, harus dihidupkan kembali tidak hanya untuk mengenang masa lalu, melainkan untuk membangun masa depan yang lebih adil dan beradab,” bebernya.

Dia menyebut, Indonesia saat ini telah memiliki 16 warisan budaya yang diakui UNESCO, mulai dari wayang, keris, hingga gamelan. Pemerintah terus mendorong lebih banyak lagi budaya Indonesia untuk mendapat pengakuan dunia sebagai bentuk penguatan identitas nasional.

"Warisan budaya adalah denyut nadi peradaban. Mari kita jaga semangat Bandung tetap menyala," kata Fadli Zon.

Rekomendasi Berita