Memaknai Perjuangan Kartini, sebagai Upaya Pemajuan Pendidikan Indonesia

  • 22 Apr 2025 15:40 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar bedah buku Seri Ketiga Inspirasi Kartini dan Kesetaraan Gender di Indonesia. Acara ini merupakan bagian penting dalam memaknai perayaan Hari Kartini dalam rangka memperjuangkan kesetaraan gender bagi perempuan dan pemikirannya untuk pemajuan pendidikan Indonesia.

"Mengenang Kartini laksana api yang terus menyala untuk menerangi ibu pertiwi. Sebagai pahlawan yang memperjuangkan emansipasi, meneladani sosok Kartini menjadi makna penting wanita Indonesia sebagai upaya ikut serta memajukan pendidikan melalui peningkatan budaya literasi," ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).

Melalui bedah buku ini, Hafidz menuturkan bahwa Badan Bahasa ingin mengajak masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk menggali pemikiran, ide cemerlang, dan berbagai karya tulis Kartini sebagai bekal menghadapi era modern dan globalisasi. Lebih lanjut, buku yang ditulis dalam tiga seri ini, menurut Hafidz, patut menjadi referensi dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan acara ini. Mengingat pentingnya buku Kartini, kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dari bedah buku seri satu dan dua yang telah diadakan sebelumnya pada awal tahun 2025, dan seri ketiga ini kita laksanakan tepat pada Hari Kartini tahun 2025," tutur Hafidz.

Sebagai sosok perempuan dalam Kabinet Merah Putih, Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan turut menyampaikan sambutannya melalui rekaman video. Ia mengatakan bahwa buku Trilogi Kartini merupakan tulisan yang diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kehadiran buku ini adalah upaya kita bersama untuk menggali agar terus memotivasi dalam memajukan bangsa melalui sosok Kartini. Dengan mengungkap dan membedah buku ini, kita akan melihat dan merenungi 179 surat dan artikel memo yang sudah di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia," ucap Sri Mulyani.

Sebagai penulis buku Trilogi Kartini, Wardiman Djojonegoro, menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil penjelajahannya saat masih SMP yang menemukan buku dalam bahasa Belanda yang memuat surat-surat Kartini. Sejak saat itu, Wardiman memiliki motivasi agar semangat dan cita-cita Kartini harus diteruskan dan menjadi sumber inspirasi untuk bangsa Indonesia.

"Lebih dari 100 surat Kartini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan termuat di buku ini. Peluncuran seri ketiga buku Kartini ini akan menegaskan relevansi perjuangan Kartini dengan masa kini, khususnya tentang kesetaraan gender dan perannya dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan," papar Wardiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....