Petugas Haji 2026 Wajib Ikuti Pelatihan di Barak

  • 03 Okt 2025 09:38 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Petugas haji asal Jawa Barat yang akan bertugas pada musim haji 2026 dipastikan mengikuti pelatihan intensif di barak militer. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Haji dan Umrah yang mewajibkan pembekalan khusus bagi seluruh calon petugas sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyebutkan pelatihan daerah akan berlangsung selama 10 hari. Formatnya dirancang menyerupai pelatihan pusat, dengan fokus pada kedisiplinan dan pembentukan kelompok kerja.

“Kalau untuk di daerah kemungkinan pelatihannya 10 hari dan formatnya mungkin akan sama seperti di pusat, ada yang berkaitan dengan kedisiplinan, pembentukan kelompok,” ujar Boy saat ditemui di Bandung, Kamis (2/10/2025).

Boy menjelaskan, pola pelatihan berbasis barak bukan hal baru bagi Jawa Barat. Tahun sebelumnya, Kanwil Kemenag Jabar telah menggandeng TNI dan Polri untuk pelatihan tiga hari. Namun mulai 2026, durasi dan materi pelatihan diperluas, dengan lokasi pelatihan dipusatkan di barak militer dan peserta difokuskan pada mereka yang akan bertugas langsung di Tanah Suci.

Baca juga : DPRD Jabar Dorong Pembenahan Operasional BIJB Kertajati

“Di Jabar sebenarnya sudah dilakukan seperti itu tahun kemarin, ada tiga hari kita kerja sama dengan TNI Polri. Sekarang, untuk yang akan bertugas di Arab Saudi, rencananya akan ada pelatihan di barak,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pelatihan fisik, program ini juga mencakup kurikulum tambahan seperti bahasa Arab, psikologi pelayanan, dan teknis operasional di lapangan. Tujuannya, agar petugas memiliki kesiapan menyeluruh dalam melayani jemaah.

“Kenapa di barak? Itu untuk menumbuhkan kesadaran petugas dan kemampuan untuk melayani jemaah. Di situ bukan cuma pelatihan militer, tapi ada bahasa Arab, ada psikologi. Jadi dibuat pelatihan yang terstruktur untuk petugas agar mereka melayani jemaah dengan baik,” tegas Boy.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengelola Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh calon petugas haji akan diwajibkan mengikuti pelatihan di barak militer selama satu bulan penuh. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari reformasi sistem seleksi petugas haji, menyusul kritik publik terhadap praktik “nebeng haji” yang dinilai mengganggu kualitas pelayanan.

“Besok itu kami akan mengubah proses seleksinya. Jadi semua petugas haji yang sudah seleksi itu akan diseleksi administrasi, itu akan masuk ke barak satu bulan. Satu bulan dipersiapkan lagi, selama satu bulan itu, itu kan proses seleksi juga,” kata Dahnil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....