Satreskrim Polresta Bandung Bongkar Pembuat dan Pengedar Uang Palsu
- 17 Sep 2026 19:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Soreang - Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung membongkar praktik pembuatan dan peredaran uang kertas rupiah palsu. Polisi menangkap dua orang tersangka yang merupakan kakak beradik, yakni Mardonal alias Ronald dan Sahril bin Saikani, di Ciparay kabupaten Bandung.
"Berawal dari tindak penyelidikan yang dilakukan anggota, di mana ada laporan dari masyarakat. Ada satu rumah yang dicurigai tertutup dan mencurigakan, sehingga Satreskrim Polresta Bandung melaksanakan penyelidikan hingga mendapatkan bukti permulaan bahwa terdapat aktivitas produksi uang palsu," ujar Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Dwi Rio Andrian, saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Kamis 17 September 2026 sore.
Dibeberkan Dwi, kedua pelaku telah merencanakan aksi pembuatan uang palsu tersebut sejak bulan Juli. Mereka secara bertahap mengumpulkan berbagai peralatan hingga bahan baku pencetakan.
"Perencanaan awalnya itu dilaksanakan pada bulan Juli, mereka mengumpulkan alat-alat yang diperlukan, dan mulai diproduksi seminggu terakhir ini," katanya.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti operasional berupa 8 unit printer, 1 unit laptop, serta berbagai peralatan pendukung untuk merakit uang palsu agar menyerupai uang asli.Menurut Dwi, dalam kurun waktu satu minggu beroperasi, kedua tersangka diketahui telah mencetak uang kertas rupiah palsu hingga ratusan juta rupiah.
"Kurang lebih dalam kurun waktu seminggu menghasilkan Rp 300 juta uang palsu," ungkapnya.
Modus operandinya menurut Dwi, para pelaku mengunduh sampel gambar uang rupiah (master) dari internet sebelum dipelajari dan dicetak. Uniknya, para pelaku memanfaatkan kertas kue dengan dua tingkat ketebalan berbeda untuk menyiasati tekstur pecahan uang kertas asli.
"Awalnya dia ngambil master dari Google, diambil, dipahami sama dia, dicari bahan yang mirip. Jadi penggunaan uang palsu ini menggunakan kertas kue. Kertas kue untuk dasar belakangnya yang lebih tipis, dan kertas kue yang lebih tebal itu untuk depannya," jelas Dwi.
Tak hanya itu, proses pembuatan pendar benang pengaman atau hologram gambar pahlawan Soekarno-Hatta dilakukan secara manual dengan ketelitian cukup tinggi.
"Proses pembuatan yang paling sulit mungkin masalah di hologram yang garis ini. Sistem yang mereka gunakan, mereka memberi tanda di sini, setelah itu mereka bolongi secara manual. Setelah hologram dimasukkan, baru bagian belakang ditempelkan dan dipotong sama mereka," terangnya.
Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Dwi Rio Andrian memaparkan, dari total Rp 300 juta uang palsu yang diproduksi, sebesar Rp 1 juta diantaranya sudah sempat diecerkan dan diedarkan ke masyarakat. Para pelaku sengaja menargetkan tempat usaha kecil, pasar tradisional, serta pedagang bensin eceran yang dinilai minim alat pengecek keaslian uang.
"Sasaran atau target peredaran uang palsu ini adalah warung kecil, pasar, dan penjual bensin eceran di wilayah Ciparay. Yang mereka harapkan, mereka mendapatkan barang yang mereka inginkan dan mendapat uang kembalian asli dari warung-warung ini," tutur Dwi.
"Di warung eceran, pasar, atau penjual bensin eceran, masyarakat kan ketika menerima uang tidak begitu memperhatikan dan tidak mempunyai alat pengecek yang pasti," sambungnya.
Polisi menduga kedua pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas ini tidak bekerja sendiri dalam mendistribusikan hasil cetakannya.
"Dia ingin dipakai sendiri mungkin awalnya, tapi untuk pengembangan lebih lanjut pasti mencari kaki-kaki untuk disalurkan. Karena kalau dilihat dari yang sudah dicetak, tidak mungkin disalurkan secara sendiri," tegas Dwi.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 244 KUHP tentang pemalsuan mata uang atau uang kertas negara dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun.
Saat ini, pihak kepolisian pun masih terus melakukan pendalaman guna mengusut tuntas potensi jaringan peredaran uang palsu lainnya di wilayah hukum Polresta Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....