Pembunuhan Marbot Masjid di Purwakarta, Diduga Akibat Pelaku Sakit Hati

  • 08 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - AS (65), pria di Purwakarta yang berprofesi sebagai marbot masjid ditemukan tewas pada Kamis 6 Agustus 2026. Nyawanya melayang karena dihabisi dengan keji oleh terduga pelaku berinisial FS (35) menggunakan senjata tajam akibat rasa sakit hati.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, menjelaskan kronologi kejadian itu. Terduga pelaku menyerang korban secara mendadak menjelang pukul 12.00 saat korban hendak menuju mashid untuk mengumandangkan azan.

"Kronologi terjadinya peristiwa pembunuhan pada marbot masjid. Jadi kejadian itu sekitar pukul 12.00. Pada saat itu korban hendak ke masjid melaksanakan azan. Namun pada saat membuka pagar, si pelaku datang dari belakang," ujar Febri, ketika ditemui di Polda Jabar, Jumat 7 Agustus 2026.

Korban diserang dari belakang dengan senjata tajam yang dibawa pelaku. Kejadian itu juga sempat disaksikan warga, setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.

"Dari belakang tanpa ngomong apa-apa langsung melakukan penganiayaan menggunakan benda tajam. Ada beberapa masyarakat yang datang melihat, tapi tidak melakukan apa-apa, mungkin karena takut pelaku memegang barang tajam, jadi hanya dilihat saja. Setelah beberapa menit korban sudah tersungkur tidak bergerak, pelakunya langsung pergi," katanya menjelaskan.

Masyarakat kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Purwakarta. Mereka pun bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pengecekan, tak lama setelah kejadian Polisi berhasil meringkus pelaku.

"Saat itu kami mendapat laporan dari masyarakat. Informasi awal, kami langsung datang dan mencari tahu siapa yang diduga sebagai pelakunya. Pada saat itu juga kami bergerak mengamankan pelaku. Jadi diamankan sekitar pukul 13.00. Tersangka inisial FS," kata Febri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan itu diduga akibat rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Menurut keterangan pelaku, korban sering melontarkan hinaan tentang kondisi ekonomi sang pelaku.

“Motifnya dugaan sementara hasil interogasi bahwa diduga pelaku ini sakit hati pada korban karena sering mendapat perlakuan yang tidak seharusnya didapatkan oleh si pelaku. Contohnya, si korban sering menghina pelaku terkait masalah ekonomi maupun kondisi rumah,” katanya.

Selain itu, pelaku juga disinyalir berada dalam kondisi depresi namun hal ini masih didalami kepolisian. Diketahui juga, pelaku dan korban sudah saling mengenal sejak lama bahkan tinggal berdekatan.

“Ada dugaan awal juga si pelaku dalam keadaan depresi, ini dugaan sementara. Tinggal tidak jauh dan betul, saling mengenal mereka," ujar Febri.

Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki lebih lanjut terkait unsur perencaan dalam aksi yang berujung hilangnya nyawa ini. “Masih kami dalami soal ini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....