Video Penangkapan Pemuda di Panyileukan, Polisi: Bukan Begal, Diduga Hendak Tawuran
- 06 Apr 2026 08:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pemuda yang dikatakan sebagai begal diamankan warga di kawasan Panyileukan, Kota Bandung. Pihak kepolisian pun angkat bicara dan memastikan informasi tersebut tidak benar.
Kapolsek Panyileukan, AKP Bambang Haryono menegaskan bahwa para pemuda yang diamankan merupakan pelajar yang diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok sekolah lain. Peristiwa itu bermula ketika para pelajar tersebut berkumpul dan diduga akan mencari kelompok lain untuk melakukan aksi balas dendam.
Sebelum sempat bertemu dengan kelompok yang dituju, mereka lebih dahulu dihadang dan diusir warga. Jumlah para pemuda itu juga cukup banyak dan menimbulkan kecurigaan dari warga.
"Itu anak-anak sekolah, mereka itu sebelumnya ada masalah dengan kelompok sekolah lain gitu. Sebelum ketemu dengan kelompok yang dituju itu oleh warga, karena dirinya banyakan anak-anak itu diusir, sepertinya mereka kabur lah, dikejar sama warga gitu," ujar Bambang saat dikonfirmasi, Minggu, 5 April 2026.
Saat berusaha melarikan diri, para pelajar tersebut dikejar warga hingga akhirnya diamankan di wilayah Cilengkang 2, tepatnya di RW 9. Warga yang mengejar kemudian menghentikan aksinya setelah melihat keberadaan warga setempat yang telah mengamankan para pelajar tersebut.
Polisi yang menerima laporan langsung membawa para pelajar ke kantor untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya indikasi aksi begal seperti yang beredar di masyarakat.
Bambang menjelaskan, kesalahpahaman terjadi karena para pelajar tersebut dikejar warga dari wilayah Pangaritan, sehingga memunculkan dugaan bahwa mereka adalah pelaku kejahatan jalanan.
"Iya, rencananya gitu. Mereka kalau ini mau balas dendam lah dengan kelompok pelajar nggak tahu yang berada di mana. Dan kalau yang diamankan itu disangka begal, karena dikejar oleh warga Pangaritan," kata Bambang.
Dari pendataan, polisi mengamankan tiga pelajar untuk dimintai keterangan, sementara total kelompok tersebut berjumlah tujuh orang. Empat orang lainnya diduga melarikan diri.
Para pelajar yang terlibat diketahui berusia antara 16 hingga 21 tahun, bahkan sebagian masih duduk di bangku kelas 10. Dalam kejadian itu, mereka sempat diduga membawa senjata tajam, namun barang tersebut tidak ditemukan saat diamankan dan masih dalam pencarian.
“Bawa senjata tajam, tapi tidak tahu jatuh di mana,” ujarnya.
Ke depan, pihak kepolisian akan melakukan pembinaan dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah. Rencananya, petugas akan mendatangi sekolah para pelajar tersebut guna memberikan pembinaan serta meminta peran aktif pihak sekolah dalam pengawasan siswa.
Selain itu, polisi juga akan memanggil empat pelajar lain yang belum diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Bambang mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan aksi begal, melainkan kesalahpahaman yang melibatkan para pelajar.
“Kami harap informasi ini diluruskan, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....