Dani Diyaulhaq Perkuat Pengamanan Lapas Narkotika Gunung Sindur

  • 01 Sep 2026 21:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Mengawali masa kepemimpinan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KA.KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Dani Diyaulhaq, langsung tancap gas. Ia memimpin pengarahan sekaligus razia kamar warga binaan pada Selasa, 26 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan diawali dengan apel pengarahan bersama jajaran staf KPLP, Komandan Jaga dari setiap regu, dan seluruh petugas pengamanan. Lokasinya di Gazebo Guyub Sadayana. Forum ini menjadi momentum awal untuk menyatukan komitmen dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh jajaran.

Dalam arahannya, Dani Diyaulhaq menekankan pentingnya empat pilar utama dalam menjalankan tugas pengamanan lapas. Pertama, kedisiplinan. Ia meminta seluruh petugas hadir tepat waktu dan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku.

Kedua, kewaspadaan. Petugas diminta untuk lebih peka membaca situasi.

"Kita harus mampu melihat potensi kecil sebelum menjadi gangguan besar. Jangan reaktif, tapi harus preventif," ujar Dani dalam keterangannya Selasa 1 September 2026.

Dani juga menjelaskan hal Ketiga, yakni komunikasi. Koordinasi antar regu jaga dan antar seksi harus berjalan lancar. Informasi sekecil apapun terkait keamanan wajib diteruskan dengan cepat.

Keempat, penguasaan wilayah. Setiap petugas harus memahami karakteristik blok hunian dan mengenali warga binaan di area tugasnya. Hal ini penting agar petugas bisa membedakan perilaku normal dan mencurigakan.

Usai pengarahan, Dani langsung memimpin razia gabungan bersama seluruh regu pengamanan. Sidak dilakukan ke seluruh kamar hunian warga binaan tanpa terkecuali.

Pemeriksaan fokus pada barang-barang terlarang, kerapian kamar, kondisi ventilasi, dan instalasi listrik. "Tujuannya jelas, memastikan kondisi blok hunian tetap aman, tertib, dan terkendali," terang Dani.

Langkah ini juga menjadi bagian dari pemetaan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban atau kamtib di dalam lapas. Dengan pengawasan menyeluruh, jajaran pengamanan bisa segera mengambil langkah jika menemukan kejanggalan.

"Razia ini bukan kegiatan seremonial. Ini komitmen kami untuk menjaga Lapas Narkotika Gunung Sindur tetap kondusif. Pengamanan yang baik dimulai dari hal kecil dan dilakukan secara konsisten," tegas Dani.

Ia menambahkan, ke depan patroli dan razia akan dilakukan secara berkala dan tidak terduga. Sinergi antara disiplin petugas, teknologi pengawasan, dan komunikasi yang kuat menjadi kunci utama.

Dengan kepemimpinan baru di bidang pengamanan, Lapas Narkotika Gunung Sindur menargetkan terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari gangguan. Stabilitas keamanan diharapkan dapat mendukung program pembinaan bagi warga binaan berjalan dengan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....