DPC FKDT Subang Sambut Baik Safari Keagamaan Antikorupsi
- 22 Mei 2025 21:02 WIB
- Bandung
KBRN, Subang : Ketua DPD Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang Agus Rahayu mengapresiasi, Safari Keagamaan Antikorupsi, yang digelar KPK yang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama.
Kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi tersebut, digelar di Aula Kantor Kemanag Subang, Kamis (22/5/2025), yang diikuti oleh para Tokoh Agama, Pemuka Agama, Kependidikan Keagamaan, Penyuluh Agama, dan Penghulu se-Kabupaten Subang.
Kegiatan ini kata Agus Rahayu, sebagai bentuk bagaimana tanggap masyarakat terhadap.araknya korupsi di Indonesia saat ini.
"Semoga kegiatan ini, bisa menjadi sebuah pembelajaran, dan pendidikan buat kita semua. Sehingga kita tahu, bagaimana tindakan-tindakan yang lebih mengarah kepada perbuatan korupsi ini, sehingga bisa kita cegah dan kita hindari, terlebih dari perbuatan-perbuatan yang mengarah prilaku untuk berbuat korupsi," ujar Agus Rahayu kepada RRI di Subang, Kamis (22/5/2025).
Ia menyebutkan, pencegahan korupsi sejak dini, yang diterapkan di pendidikan keagamaan seperti FKDT misalnya. Sehingga menjadi salah satu tugas dan tanggungjawab FKDT, dalam mendidik anak-anak sejak dini, agar kelak tidak menjadi pelaku korupsi.
"Salah satu contoh yang digambarkan, dengan bagaimana anak bisa berprilaku jujur. Dan selain itu, kita usahakan ada, pembelajaran-pembelajaran terhadap anak, bahwa sesuatu hal yang sifatnya meminta dan memohon adanya imbalan, itu salah satu perbuatan yang akan mengakibatkan adanya pembelajaran ke arah korupsi," tegasnya.
Tentunya Ia menyatakan, FKDT memiliki peranan penting, untuk menerapkan pendidikan dan pengetahuan terhadap anak, tentang bahayanya koruspi ini.
"Yang In Syaa Alloh, Mudah-mudahan hasil dari kita mengenalkan sejak dini kepada anak-anak peserta didik, bahwa korupsi ini, merupakan perbuatan melanggar hukum, terlebih secara Agama. Karena akan merugikan masyarakat yang banyak," tutur Agus.
Dia meyakini, dengan pendidikan agama yang kuat dari sejak dini, sehingga terbentuk karakter anak yang berbudi pekerti dan berakhlakul karimah.
"Dengan pengenalan bahaya korupsi, melalui pendidikan keagamaan yang kuat sejak dini, beberapa tahun kedepan, saya yakin anak-anak itu, akan memiliki karakter, berbudi pekerti dan berakhlakul karimah, sehingga kedepan tak ada lagi yang namanya korupsi," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....