KPK Tanamkan Antikorupsi, Dorong Peran Tokoh Keagamaan

  • 06 Mei 2025 17:29 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung Barat: Sosialisasi dan pendidikan antikorupsi terus dikuatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dalam agendanya, KPK RI menggelar Safari Keagamaan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (6/5/2025).

Acara safari keagamaan tersebut dihadiri langsung Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Kepala Kemenag Bandung Barat H. Tedi A. Junaedi, serta para tokoh agama dan penyuluh keagamaan lintas agama.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana mengatakan, salah satu strategi utama adalah menanamkan 9 nilai antikorupsi yakni bersikap jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

"Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak usia dini hingga akhir hayat. Kami menyebutnya pendidikan antikorupsi dari PAUD sampai menjelang maut," ujar Wawan.

Ia menekankan bahwa KPK tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta masyarakat, khususnya tokoh agama, sangat penting dalam menyuarakan nilai-nilai antikorupsi ke tengah umat. “Tokoh agama punya pengaruh besar, apalagi di pesantren dan lingkungan keagamaan. Mereka adalah suara yang didengar,” ucapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Keagamaan KPK yang menyasar berbagai kelompok, termasuk pesantren dan instansi pemerintahan daerah. Tujuannya adalah memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi dengan pendekatan kontekstual sesuai dengan budaya dan metode yang relevan di masing-masing komunitas.

Ia juga menyinggung pentingnya perbaikan sistem selain pembenahan integritas individu

"Keteladanan itu penting. Jika para pemimpin dan tokoh agama menunjukkan sikap antikorupsi, masyarakat akan meniru. Harapannya, korupsi bisa ditekan, dan uang negara kembali dinikmati oleh rakyat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....