Adab Bertamu Dalam Ajaran Islam

  • 22 Agt 2024 08:46 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Menjaga etika dan tata cara dalam bertamu adalah bagian penting dari ajaran Islam. Adab bertamu bukan hanya sekadar tindakan sosial, melainkan juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai-nilai moral yang tinggi.

Menurut Hj. Dede Kania, dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Bandung, dalam program acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Bandung beberapa waktu lalu menjelaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait saat bertamu.

Pertama, mengucapkan salam dan meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain adalah langkah awal yang sangat dianjurkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nuur [24]: 27.

Kedua, menuruti permintaan untuk pulang jika diminta tuan rumah. Demi menjaga hak-hak pemilik rumah, alangkah baiknya kita kembali pulang atau datang dilain waktu apabila pemilik rumah berkeberatan menerima tamu. Sebagaimana dijelaskan dalam (QS. An-Nuur [24]: 28).

Ketiga, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa batas untuk meminta izin masuk rumah adalah tiga kali, (HR. Bukhari dan Muslim) berbunyi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah'.

Keempat, mengetuk pintu dengan tidak terlalu keras, sehingga ketukan itu tidak membuat khawatir atau mengganggu pemilik rumah yang sedang kita kunjungi. Seperti yang dijelaskan dalam hadist, “Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod Bab Mengetuk Pintu).

Kelima, mencakup posisi berdiri yang dianjurkan adalah tidak menghalangi pintu masuk, adab ini termasuk yang dicontohkan oleh Rasulullah. “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (HR. Abu Dawud, shohih-Majalah Al-Furqon).

Keenam, menghindari mengintip, hal ini tentu berkaitan dengan etika dan kesopanan. Larangan ini dijelaskan pada sebuah hadist “Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan).

Ketujuh, menjawab dengan jelas ketika diminta menyebut nama. Sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itulah beberapa adab yang harus diperhatikan ketika kita bertamu, semoga setiap pembaca dapat mempraktikan saat bertamu. Hal ini menunjukkan sikap hormat kita sebagai tamu, dan untuk menjaga keharmonisan hubungan antar sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....