Polrestabes Bandung Intensifkan Patroli Menyusul Meningkatnya Kasus Begal

  • 17 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Polrestabes Bandung mengintensifkan patroli malam di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kejahatan jalanan menyusul meningkatnya kasus pencurian dengan kekerasan atau begal dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersevut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Wakapolrestabes Bandung, AKBP Dedi Supriyadi mengatakan kepolisian menerima berbagai laporan dan masukan dari warga terkait maraknya kembali aksi begal di sejumlah titik di Kota Bandung.

"Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung," ujar Dedi di Mapolrestabes Bandung, Jumat 17 Juli 2026.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Polrestabes Bandung meningkatkan pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Melalui kegiatan tersebut, setiap polsek menempatkan personel di empat hingga lima lokasi yang dianggap memiliki potensi gangguan kamtibmas, terutama pada waktu dini hari.

Menurut Dedi, patroli difokuskan pada jam-jam rawan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. "Kami meningkatkan kegiatan patroli malam melalui KRYD. Seluruh polsek paling sedikit menjaga empat sampai lima titik, terutama pada jam-jam rawan dini hari, sehingga patroli dapat dilakukan lebih optimal," katanya.

Selain memperkuat patroli, kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan. Dedi menyebut tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolda Jawa Barat yang diteruskan kepada Kapolrestabes Bandung.

"Sesuai petunjuk pimpinan, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku begal. Masyarakat tidak perlu ragu untuk beraktivitas. Apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan, segera hubungi layanan 110, dan Tim Prabu akan bergerak cepat menuju lokasi," ujarnya.

Dalam kurun sekitar dua bulan terakhir, Polrestabes Bandung telah menangani sedikitnya empat perkara begal dengan modus yang berbeda. Pada awal Mei, polisi menangkap dua dari empat pelaku pembegalan terhadap seorang kurir paket. Selanjutnya pada pertengahan Juni, dua pelaku begal bersenjata tajam yang menyerang pengemudi ojek online di kawasan Jalan Cikawao juga berhasil diamankan.

Kasus serupa kembali terjadi pada 14 Juli ketika seorang warga bernama Azmy menjadi korban begal yang dilakukan pelaku dengan modus mengaku sebagai debt collector di Jalan BKR, Kecamatan Regol. Tiga pelaku berhasil ditangkap polisi dalam waktu kurang dari dua jam setelah laporan diterima.

Terbaru, pada 16 Juli 2026, seorang pria berinisial U (24) menjadi korban perampasan telepon genggam saat berolahraga di Jalan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa Kaler. Dalam perkara tersebut, satu pelaku telah diamankan, sementara seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran penyidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....