Polda Jabar Terus Lakukan Pengejaran Terduga Pelaku Penganiayaan di Cileunyi

  • 22 Jun 2026 12:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Polda Jawa Barat (Jabar) masih melakukan pengejaran terhadap YTR (29), pria yang diduga melakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Perempuan dan Orang (PPO) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Untari, mengatakan proses pencarian terhadap terduga pelaku masih berlangsung hingga saat ini.

"Masih proses (pengejaran)," ujar Rumi melalui pesan singkat, Minggu 21 Juni 2026.

Terkait perkembangan penanganan perkara tersebut, Rumi menyebut penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus itu. "Masih pendalaman (perkembangan kasus)," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan jajarannya terus berupaya memburu keberadaan terduga pelaku. Menurutnya, tim kepolisian telah melakukan berbagai langkah pencarian dalam beberapa hari terakhir.

"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka," kata Hendra, Jumat 19 Juni 2026.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena terduga pelaku diduga terus berpindah lokasi untuk menghindari penangkapan. Hendra mengungkapkan, pelaku bahkan sempat lolos saat petugas melakukan penyergapan.

"Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, tersangka berpindah-pindah. Beberapa kali dilakukan penggerebekan, tetapi yang bersangkutan masih dapat meloloskan diri," ujarnya.

Meski demikian, Polda Jabar memastikan pengejaran akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Hendra menambahkan, pihaknya belum dapat mengungkapkan detail proses penyidikan maupun lokasi persembunyian terduga pelaku demi menjaga kelancaran penyelidikan.

"Untuk proses penyidikan ini tidak bisa kami sampaikan terlebih dahulu. Kami rahasiakan untuk kepentingan keselamatan dan proses penyidikan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....