Kronologi Perundungan Anak di Ujungberung diungkap Sang Ayah
- 09 Mar 2026 13:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Seorang anak berinisial Z (8) diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah anak di kawasan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung. Ayah korban, Dian Rohimat, menuturkan kronologi peristiwa tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Februari 2026 saat korban hendak melaksanakan salat tarawih di salah satu masjid di wilayah tersebut. Awalnya Dian tidak mengetahui apa yang dialami anaknya, informasi mengenai peristiwa itu justru ia terima dari tetangga setelah video kejadian beredar di lingkungan sekitar.
“Awalnya anak saya saya suruh salat tarawih. Kejadiannya tanggal 26 Februari. Saya tahu justru dari tetangga karena videonya sudah viral, bukan dari anak saya langsung,” kata Dian saat dikonfirmasi.
Usai mengetahui peristiwa itu, Dian sempat mencoba melakukan mediasi bersama pihak RT dan RW tetapi upayanya tak membuahkan hasil. Dian mengaku kaget dengan tanggapan salah satu orang tua anak yang diduga terlibat dalam perundungan itu.
“Sudah mediasi juga dengan RT dan RW, tapi hasilnya nihil. Makanya saya berpikir mungkin harus diviralkan dulu supaya ada perhatian. Ada salah satu, bukan menantang secara langsung, tapi seperti bilang ‘silakan saja lapor ke polisi, anak saya juga tidak akan kena pidana’. Itu disampaikan di depan RW, dan saya masih menyimpan chat-nya,” kata Dian.
Dian menjelaskan, anak-anak yang diduga terlibat merupakan anak-anak di lingkungan sekitar dengan usia yang berbeda-beda termasuk yang lebih tua dari korban. Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi terhadap anaknya, Dian dan keluarga sudah pindah ke lingkungan tersebut sejak tiga tahun lalu
“Ada yang seusia, tapi ada juga yang lebih dewasa. Bahkan ada yang sudah kelas 6 SD. Anak saya sendiri sekarang kelas 2 SD. Selama tiga tahun saya pindah ke sini, setiap ada masalah yang sering jadi sasaran itu anak saya. Jadi kejadian ini bukan satu dua kali, tapi sudah sering,” kata Dian.
Dian menuturkan, selama ini keluarga kesulitan melaporkan kejadian tersebut karena tidak memiliki bukti yang cukup. Baru pada kejadian terakhir, peristiwa itu terekam dalam video dan viral.
Dian juga mengungkapkan anaknya sempat enggan mengakui kejadian yang sebenarnya. Korban awalnya mengaku hanya terjatuh karena takut dimarahi orang tuanya.
“Dia bilangnya jatuh. Tidak bilang dipukul atau didorong. Baru setelah videonya keluar sekitar tanggal 6 atau 7 kemarin, dia akhirnya mengaku,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat mengalami memar pada tubuh dan hingga kini masih merasakan sakit di bagian kaki. Selain luka fisik, korban juga disebut mengalami trauma hingga enggan kembali ke masjid tersebut.
“Sekarang dia tidak mau lagi ke masjid itu. Dia juga jadi agak menutup diri. Kadang kalau main keluar, kalau ketemu anak-anak lain langsung lari pulang,” katanya.
Dian menambahkan, pihak kepolisian dari Polsek Ujungberung sempat mendatangi rumahnya untuk menindaklanjuti informasi terkait kejadian tersebut. Ia pun berencana membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....