Wali Kota Bandung Prihatin Wakilnya Jadi Tersangka

  • 11 Des 2025 14:06 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku sangat terpukul setelah rekannya sekaligus Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dalam kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Meski begitu, Farhan menegaskan bahwa roda pemerintahan tidak boleh berhenti dan seluruh janji politik harus tetap diwujudkan.

“Saya sedih. Saya sedih. Sedih pisan lah. Bagaimanapun juga itu teman seperjuangan. Tapi bagaimanapun juga saya tetap harus menjaga janji dari visi Kota Bandung, yaitu amanah,” ujar Farhan di Pendopo Wali Kota Bandung, Kamis (11/12/2025).

Farhan menjelaskan bahwa dirinya kini fokus memastikan seluruh komitmen dan program yang dijanjikan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya, meskipun kondisi internal pemerintahan sedang menghadapi ujian berat.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung masih mengkaji kemungkinan untuk menyediakan pendampingan hukum bagi Erwin.

“Pendamping hukum masih kita lihat dulu aturannya, apakah kita boleh menyediakan. Namun pada dasarnya setiap warga negara berhak menentukan pendamping hukumnya masing-masing,” katanya.

Dikatakannya, hingga kini dirinya belum mengetahui apakah Erwin sudah menunjuk kuasa hukum. Terkait status jabatan Erwin sebagai Wakil Wali Kota Bandung, Farhan mengatakan pihaknya masih menunggu proses resmi dari kejaksaan dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga:Direktur IPRC Indra; Kasus Erwin-Rendiana Momentum Evaluasi

“Kejaksaan akan menyampaikan pemberitahuan sekaligus permohonan izin kepada Kemendagri. Nanti Kemendagri yang akan menentukan statusnya,” ucapnya.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan normal tanpa hambatan administratif.

“Tidak ada yang terhenti secara administrasi. Kami memastikan semua sesuai aturan, dan kepatuhan dalam pelaksanaan program serta kegiatan tetap dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut Farhan, situasi ini juga menjadi pekerjaan berat bagi Inspektorat untuk memastikan seluruh lini pemerintahan semakin disiplin dan transparan,“ Ini pekerjaan yang sangat berat untuk Inspektorat, untuk membuktikan bahwa semua ini adalah bentuk peringatan,” ucapnya.

Farhan menambahkan bahwa peristiwa ini dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi dan melakukan pembenahan di tubuh Pemkot Bandung. Ia memastikan seluruh layanan publik, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru, tetap berjalan normal dan optimal.

“Kami menjadikannya sebagai momen untuk betul-betul introspeksi dan bersih-bersih,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....