Pameran "Fragment From Below" Sorot Krisis Laut lewat Seni Sains Eksplorasi Baru

  • 18 Apr 2026 10:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Isu kerusakan ekosistem laut diangkat dengan pendekatan berbeda melalui pameran seni rupa bertajuk “Fragments From Below” karya seniman asal Italia, Alessio Ceruti, yang digelar di Lawangwangi Creative Space, Jumat 17 April 2026.

Pameran ini menampilkan rangkaian karya yang berangkat dari dokumentasi visual bawah laut, seperti fotografi dan video, yang kemudian diolah ulang melalui teknik berlapis. Hasilnya berupa komposisi abstrak yang memadukan elemen estetika dengan pesan ekologis tentang kondisi laut saat ini.

Melalui permainan warna dan tekstur, Ceruti menghadirkan gambaran biota laut seperti ubur-ubur dan struktur karang dalam bentuk yang tak sepenuhnya realistis. Pendekatan ini justru menegaskan ketegangan antara keindahan alam dan kerusakan yang tengah berlangsung di dalamnya.

Kurator pameran, Agung Hujatnikajennong, menilai karya-karya tersebut relevan dengan situasi global saat ini. Menurutnya, seni dapat menjadi medium refleksi atas krisis lingkungan yang semakin nyata, sekaligus mengingatkan manusia akan tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.

"Saya rasa karya-karya ini sangat relevan saat ini, di saat kita sedang menghadapi krisis lingkungan global. Karya-karya tersebut mengingatkan kita akan tanggung jawab kita terhadap alam, dan perlunya menemukan keseimbangan baru antara keinginan kita dan kesehatan planet kita,” tutur Agung Hujatnikajennong dalam sambutannya di gedung Lawangwangi.

Dalam pernyataannya, Alessio Ceruti menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari riset jangka panjang mengenai relasi manusia dengan alam. Ia menyoroti adanya dorongan manusia untuk menguasai sekaligus melestarikan lingkungan, yang kerap melahirkan kontradiksi.

"Saya ingin mengatakan bahwa bagi saya, cangkang, karang, dan kehidupan laut adalah simbol keindahan dan keanggunan ini, dan juga ketidakstabilan dan kerapuhan ini. Itulah mengapa ketika saya menciptakan ini, saya membangun instalasi ini, dan ingin menunjukkan kepada Anda bagaimana cara saya memahaminya," ujar Ceruti.

Selain menampilkan karya dwimatra dan video, pameran ini juga menghadirkan instalasi objek yang memperkuat pengalaman ruang bagi pengunjung. Unsur material seperti lapisan akrilik turut mempertegas dimensi visual sekaligus konseptual dari karya-karya tersebut.

Direktur ArtSociates, Andonowati, menyebut pameran ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali gagasan kolaborasi antara seni dan sains yang sempat tertunda. Ia berharap inisiatif ini dapat membuka ruang dialog baru antara seniman dan ilmuwan di masa mendatang.

“Per satu April ini semua karya dan proyek-proyek seni rupa dikembalikan ke dalam tata kelola Yayasan kami, tidak lagi berada di dalam tata kelola PT Buniwangi Lestari. Maka tahapan yang terukur bisa menghubungkan seniman dan ilmuan dapat dimulai lagi dari awal. Pameran ini, menjadi awal proyek seni yang terhubung dengan sains serta menjadi perjalanan yang baru untuk masa depan,” ujar Andonowati.

Pameran “Fragments From Below” dijadwalkan berlangsung hingga 29 Mei 2026. Publik dapat mengunjungi pameran ini untuk melihat langsung bagaimana seni kontemporer merespons isu ekologi sekaligus mengajak refleksi atas hubungan manusia dengan alam yang terus berubah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....