"Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham-AR

  • 27 Jan 2026 14:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Setelah melalui proses kurasi yang mendalam dan penuh pertimbangan artistik, buku puisi Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham karya Annisa Resmana resmi diterbitkan dan menyapa pembaca lewat rangkaian book tour di sembilan kota Indonesia, mulai 5 September 2025 lalu, buku ini sudah mulai dapat dipesan secara pre-order sejak 12 Agustus 2025.

Berisi 78 puisi, buku ini dibagi ke dalam tiga babak yang merangkum pengalaman tubuh, kerja, cinta, luka, dan suara perempuan dalam lanskap sosial-politik yang kompleks dan seringkali bias gender. Larik-lariknya berbicara dengan kepekaan, namun tak gentar menyuarakan kritik terhadap sistem yang mengecilkan peran perempuan di ruang publik maupun privat.

“Annisa tidak sekedar melanjutkan tradisi menulis puisi, tetapi juga memposisikan kembali akulirik dalam perubahan cara kita memandang dunia, manusia, teknologi, dan ketika kehadiran kita telah berubah dalam kuasa angka-angka.,” tulis salah satu endorser, Afrizal Malna, penyair dan seniman lintas disiplin.

Endorsement terhadap buku ini juga datang dari berbagai tokoh lintas bidang seperti: Shinta Febriany (sutradara dan peneliti teater), Cholil Mahmud (musisi dan aktivis), Alya Nurshabrina (aktivis dan Miss Indonesia), Ni Nyoman Ayu (penulis asal Bali), serta Theoresia Rumthe (penulis). Menariknya, sampul buku ini merupakan karya lukis dari Jessica Wilhelmina, pelukis muda yang dikenal karena konsistensinya

menyuarakan isu perempuan melalui seni rupa. Kolaborasi ini menjadikan buku puisi ini bukan hanya karya sastra, tapi juga peristiwa visual dan kultural.

Annisa Resmana atau AR, adalah penyair asal Bandung yang juga dikenal sebagai vokalis grup musikalisasi puisi Estuari. Telah merilis satu album bertajuk ‘Dwara Mantik.’ Lewat karya-karyanya, ia mengolah perasaan sebagai arena estetik sekaligus etika. 

Untuk merayakan peluncuran bukunya, Annisa akan mengadakan tur yang mencakup sejumlah kota, yaitu Tasikmalaya, Purwakarta, Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bali, Solo, Semarang, dan berakhir di kota asalnya, Bandung. Tur ini akan menghadirkan pembacaan puisi, diskusi interaktif, penampilan kolaboratif, serta ruang dialog untuk berbagi pengalaman dan pandangan tentang perempuan masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....