Review Novel "Sisi Tergelap Surga"

  • 30 Nov 2025 22:42 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Buku berjudul Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna menyajikan potret buram kehidupan warga Jakarta yang hidup pada batas paling keras ibu kota. Cerita yang digambarkan dalam buku ini memperlihatkan bagaimana harapan yang dibawa banyak orang ke Jakarta bisa terhimpit keras oleh kenyataan yang jauh dari bayangan awal mereka.

Dilansir dari Gramedia.com dan Intankus96.medium.com, isi buku ini menggambarkan kehidupan satu kampung di Jakarta yang menjadi pusat berbagai kisah kelam. Para tokoh dalam cerita berasal dari latar berbeda namun terhubung oleh perjuangan yang sama, yakni bertahan hidup di tengah kerasnya ibu kota yang tak pernah memberi jeda.

Buku ini memotret kenyataan pahit para pemulung, pengamen, pekerja malam, serta para warga kecil yang berjuang hanya untuk memastikan esok masih bisa dilewati. Ada lelaki tua yang bekerja sebagai badut ayam demi menyambung hidup, pencuri motor yang hanya ingin membeli obat untuk ibunya, hingga remaja yang melumuri tubuh dengan cat perak agar bisa mendapat uang receh. Semua tokoh itu dirangkai menjadi satu gambaran besar tentang bagaimana kota bisa merenggut mimpi warganya tanpa kompromi.

Baca juga : James Gunn Ungkap Progres Dua Proyek Terbaru DC

Penulisan Brian Khrisna disebut memiliki gaya yang cukup tegas, vulgar, bahkan mengagetkan pada beberapa bagian cerita. Namun gaya itulah yang justru menghidupkan realita keras para tokoh. Dalam review yang disimak, dijelaskan bahwa pembaca akan melalui rasa ngeri di awal cerita, kemudian perlahan memahami alasan di balik tindakan setiap tokohnya, hingga akhirnya dibuat terkejut oleh akhir yang tidak terduga.

Keunggulan lain buku ini adalah banyaknya sudut pandang yang digunakan tanpa membuat pembaca merasa kehilangan fokus. Cerita dari masing-masing tokoh saling berkaitan, memberikan gambaran nyata mengenai betapa rapuh dan rentannya kehidupan di sudut-sudut yang jarang terlihat dari ibu kota. Banyak pesan moral yang muncul, terutama soal pentingnya bersyukur, tetap melangkah, dan tidak menyerah meski hidup terasa tidak berpihak.

Tokoh-tokoh seperti Juleha dan anak Ujang, Bapak Badut, Tikno, hingga Pak RT disebut menjadi karakter yang paling membekas karena kisah mereka menggambarkan luka, harapan, dan perjuangan yang sangat manusiawi. Buku ini tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga refleksi mendalam tentang realita Jakarta sebagai kota penuh janji yang sering kali tidak ditepati.

Lewat Sisi Tergelap Surga, pembaca diajak menyelam ke lorong-lorong gelap kehidupan warga miskin kota, menyaksikan pergulatan batin mereka untuk bertahan hidup, serta merenungkan ulang arti mimpi di tengah keadaan yang tidak selalu berpihak. Buku ini menjadi pengingat bahwa di balik kemegahan gedung pencakar langit, ada cerita-cerita getir yang jarang terdengar namun nyata terjadi setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....