Review Buku ‘Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah’
- 30 Okt 2025 16:03 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Di tengah rutinitas dan ujian hidup yang terasa berat, buku “Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah” hadir sebagai pengingat lembut bagi siapa pun yang nyaris kehilangan arah. Karya Alfi Syahri Ramadhan ini mengajak pembaca merenungi arti perjuangan, kesabaran, dan makna berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dilansir dari situs Gramedia.com serta kanal YouTube Diary of Ummy, buku yang diterbitkan oleh Sahima (PT Magenta Media Group) ini telah mencapai cetakan kesembilan sejak pertama kali terbit pada tahun 2020. Dengan 256 halaman dan 75 bagian singkat, setiap bagiannya dikemas sederhana, hanya satu hingga dua halaman, namun sarat renungan yang dalam tentang kehidupan dan keimanan.
Buku ini berisi refleksi batin tentang bagaimana manusia sering terjebak antara harapan dan kenyataan. Penulis mengingatkan bahwa setiap masalah bukanlah akhir, melainkan cara Allah mendidik hati agar semakin kuat. Dalam salah satu bagiannya disampaikan pesan indah, “Cantik rupa akan jatuh ke tanah, tetapi akhlak yang baik akan sampai ke Jannah.” Kalimat sederhana itu menjadi tamparan halus agar manusia lebih menghargai kebaikan hati daripada penampilan duniawi.
Baca juga : Peran Penting Seorang MC dalam Sebuah Acara
Selain renungan personal, buku ini juga memuat kisah-kisah teladan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para sahabat, hingga tokoh seperti Firaun dan Qarun sebagai pelajaran moral. Setiap kisah disusun dengan bahasa yang puitis dan mengalir, membuat pembaca merasa seolah sedang berbicara langsung dengan Tuhannya — mengadu, menangis, dan menemukan kembali ketenangan.
Buku ini juga mengingatkan agar tidak membandingkan hidup dengan orang lain. Penulis menegaskan, setiap manusia memiliki perjalanan dan ujian yang berbeda. Membandingkan hanya akan melahirkan lelah dan kecewa, sementara menerima takdir dengan lapang justru membuka ruang syukur dan ketenangan.
Dalam salah satu bagiannya, penulis juga mengajak pembaca untuk tidak berburuk sangka terhadap takdir. “Ketika kita merasa takdir ini belum baik, berarti takdir kita belum berakhir.” Pesan ini terasa menenangkan bagi siapa pun yang tengah berada di titik jenuh kehidupan — bahwa harapan selalu ada selama kita masih percaya pada kasih sayang Allah.
“Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah” bukan sekadar buku motivasi, tetapi juga bacaan spiritual yang menghangatkan hati. Melalui untaian kata yang lembut dan penuh makna, pembaca diajak untuk berdamai dengan diri sendiri, bangkit dari keterpurukan, dan terus berjalan dalam cahaya iman. Buku ini layak menjadi teman di kala sepi, sekaligus pengingat bahwa menyerah bukan pilihan bagi jiwa-jiwa yang ingin kembali kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....