Grand Opening Artsociates-Cafe: Seni, Properti dan Hospitalitas Bersatu

  • 27 Sep 2025 07:41 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Sebuah babak baru dalam dunia seni dan hospitality resmi dimulai dengan diresmikannya ArtSociates Cafe di gedung Lawangwangi, Jalan Dago Giri No. 99, Lembang, Bandung Barat.

Diresmikan oleh Andonowati, direktur ArtSociates, acara ini sekaligus menandai transformasi Lawangwangi menjadi destinasi hybrid yang memadukan seni rupa, pengalaman kuliner, dan ruang publik yang dinamis.

ArtSociates, yang sejak 2021 dikenal sebagai brand seni rupa yang aktif mempromosikan seniman Indonesia lewat art fair dan pameran terkurasi, kini memperluas visinya dengan merambah sektor hospitality dan properti.

“Saya coba blending fungsi hospitality dengan seni dalam konsep museum. Rebranding ini mempertegas positioning ArtSociates dalam lanskap budaya Indonesia, seiring visi baru mereka: Art, Hospitality and Property," ujar Andonowati, saat pembukaan Jumat (26/9/2025) malam.

Berbeda dari proyek mereka sebelumnya, Hybridium, yang mengusung semangat "When boundaries faded away", ArtSociates Cafe hadir dengan karakter lebih formal namun tetap hangat. Gedung Lawangwangi kini dipenuhi karya-karya seniman koleksi ArtSociates, dengan galeri utama, koridor, rooftop art cafe, serta ruang terbuka hijau yang menghadirkan pemandangan indah Bandung Raya dari ketinggian.

Grand Opening ini dimeriahkan dengan ArtSociates Market di halaman gedung, menghadirkan tenant merchandise dari perupa muda dan produk UMKM lokal. Suasana kian hidup dengan alunan musik khas akhir pekan, menciptakan atmosfer budaya yang meriah. Sementara itu, di dalam galeri, berlangsung pameran tunggal Galih Adika Paripurna bertajuk "Every Solid Thing Leaves A Trace", dikuratori oleh Yacobus Ari R.

Karya Galih menyuguhkan eksplorasi imaji keseharian yang dituangkan ke dalam lukisan di atas logam, kertas, dan akrilik. Imaji yang biasanya kita temui dari gawai atau internet dikemas menjadi refleksi batin yang ambigu dan sunyi. Pameran ini akan berlangsung hingga 13 Oktober 2025. “Galih melukis klise-klise negatif tak bertuan, tiap padatan punya jejak halusnya,” ungkap Yacobus Ari R.

Tak jauh dari ArtSociates Cafe, hanya berjarak 50 meter, Hybridium Art Gallery & Cafe juga menggelar dua pameran seni pada hari yang sama. Di ruang terbuka, pameran “Talun: Temporal” menghadirkan karya luar ruangan yang berpadu dengan alam, menciptakan dialog antara seni dan waktu. Karya-karya dari Bayu Putra Pratama, Mira Rizky, hingga Izal Batubara menjadi saksi hidup bagaimana seni bisa tumbuh dan berubah bersama lingkungan.

Sementara itu, di dalam galeri Hybridium, berlangsung pameran “Nglanglayung: The Unrest Within”, menampilkan enam perupa muda dengan pendekatan visual yang beragam dari teks dan ikon riuh, biomorfik, hingga video surreal. Kurator Axel Ridzky menjelaskan bahwa keenam seniman ini menggambarkan keresahan batin zaman, melalui gaya yang unik namun tetap dalam satu semangat estetika kontemporer.

Dua pameran di Hybridium akan berlangsung hingga 24 Oktober 2025, memperkuat posisi Dago Giri sebagai poros baru destinasi seni, budaya, dan kuliner di Bandung Utara. Dengan sinergi antara ArtSociates dan Hybridium, kawasan ini menjelma menjadi titik temu ide, ekspresi, dan pengalaman multisensori yang inklusif.

Melalui pembukaan ArtSociates Cafe, Andonowati dan tim mempertegas komitmen mereka dalam mendukung pemajuan kebudayaan secara konkret. Bukan hanya sebagai galeri, tetapi sebagai ekosistem seni yang hidup, terbuka, dan terus berevolusi. Bagi publik, inilah kesempatan menikmati seni bukan hanya di atas dinding, tapi di setiap ruang, suasana, dan jejak yang ditinggalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....