Doodle Art Jadi Cerminan Perasaan Lewat Goresan Bebas
- 26 Agt 2025 11:27 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Doodle art atau seni menggambar spontan, tidak hanya menjadi media ekspresi visual, tetapi juga dapat mencerminkan karakter pembuatnya. Menurut founder komunitas Doodle Art Karawang, Raden Rizqi Ramdhani, doodle art merupakan ekspresi dari alam bawah sadar.
“Saat seseorang menggambar doodle, pikiran sadarnya sering kali sibuk. Jadi memungkinkan alam bawah sadar untuk mengambil alih pikiran atau emosi mereka (saat sedang menggambar),” jelasnya.
Rizqi menjelaskan, hal tersebut dapat terlihat dari elemen yang digunakan saat menggambar. Seperti jenis garis dan pola gambar yang dibuat. “Kalau garis tebal, mereka menunjukkan ketegasan, dan garis tipis mungkin (menunjukkan) keraguan, garis lurus menunjukkan keteraturan. Itu dari segi garis. Tapi mereka kadang membuat seperti pola. Kalau misalkan (menggambar) elemen tumbuhan kadang mereka (sedang menunjukkan rasa) bergembira.”
Menurut Rizqi, doodle art bisa menjadi ruang ekspresi yang spontan dan bebas. Melalui goresan-goresan gambar, para pelaku seni dapat menyalurkan emosi yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ia menambahkan, komunitas Doodle Art Karawang sering mengadakan acara bertajuk Gambreng atau Gambar Bareng. Hal menarik yang kerap ditemukan Rizqi adalah perubahan ekspresi dan emosi anak-anak yang mengikuti acara selama proses menggambar. Banyak anak yang awalnya tampak ragu atau tertekan, justru menjadi lebih percaya diri dan bahagia setelah menggambar. Hal itu menunjukkan bahwa doodle art tak hanya menyenangkan, melainkan sebagai sarana untuk berekspresi dalam sebuah media gambar.
"Kebanyakan itu mereka ragu, enggak pede, tapi mereka memaksakan untuk pede, yang sering saya lihat dari acara Gambreng. Padahal mereka itu memiliki sebuah bakat untuk dikeluarkan, tapi karena mungkin keterpaksaan orang tua untuk mengikuti sebuah acara, mereka jadi tertekan. Tapi setelah menggambar, jadi bahagia.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....