Menelusuri Relasi Visual, Identitas di Era Budaya Gambar
- 28 Jul 2025 15:45 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung : Seni yang menelusuri relasi visual, identitas dan diri dalam era budaya gambar kini mulai semakin marak. Salah satunya Dengarupa yang menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Through Images, Through Selves”, yang berlangsung pada tanggal 26 Juli – 2 Agustus 2025 di Galeri Thee Huis/Taman Budaya Jawa Barat dan untuk jam kunjungannya dimulai dari jam 10.00 - 17.00 WIB.
Pameran ini menampilkan karya dari sebelas seniman muda yang merespons secara kritis dan reflektif bagaimana budaya visual kontemporer memengaruhi pengalaman, identitas, dan ekspresi diri manusia hari ini.
“Kita hidup dalam era budaya visual, di mana gambar hadir nyaris tanpa jeda—dari layar ponsel, iklan di ruang publik,hingga arus tak berujung media sosial.” Dikatakan Renitta pihak penyelenggara dari Dengarupa, Senin(28/07/2025).
Melalui pameran ini, para seniman menampilkan bagaimana visual yang mereka serap dari keseharian, ditautkan dengan pengalaman personal, menjadi citraan baru yang sarat muatan emosi, memori, isu sosial, dan identitas diri.
“Visual tak lagi sekadar objek yang dilihat, tapi turut membentuk cara kita memandang diri dan dunia” ujarnya.
Karya-karya pada pameran ini berfokus terhadap berbagai tema melalui pendekatan visual yang intim dan reflektif, mulai dari isu tubuh dan identitas diri (Yasmin Shafira, Aurell Azzahra), pengalaman trauma, memori, dan ruang emosional (Athiyya Yumna Arifa, Rahmanias, Yasmin AF, Ashafitri Sagita), hingga lanskap sosial, dislokasi identitas, dan kekerasan dalam budaya visual (Liviani Marthawinata, Clarissa F. Choerunnisa, Arizona Didong), dan ekspresi emosi (Salmaa Abe, Sheren Stella).
Ekspresi personal menjadi benang merah yang mengikat karya-karya ini, menjadikan montase visual bukan sekadar teknik, melainkan alat membaca kembali pengalaman diri di tengah arus gambar yang terus bergerak.
Melalui karya-karya yang dipresentasikan, “Through Images, Through Selves” menegaskan bahwa seni rupa tetap relevan sebagai medium untuk memahami bagaimana gambar membentuk, memengaruhi, bahkan memanipulasi identitas, emosi, dan ruang-ruang sosial hari ini. Pameran ini juga menjadi respons atas tantangan seni rupa kontemporer Indonesia yang kerap dianggap berkutat pada identitas tanpa menyentuh pengalaman aktual generasi hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....