Lima Rekomendasi Buku dari Raim Laode Tahun 2025
- 31 Mei 2025 23:34 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Raim Laode, seorang komika, penyanyi, dan penulis lagu populer lewat hit "Komang", membagikan lima buku yang layak dibaca pada tahun 2025. Dalam sebuah catatan panjang, Raim menekankan pentingnya literasi sebagai penangkal ilusi dan sebagai penolong hidup di tengah derasnya arus informasi di internet.
Dilansir dari kanal resmi Raim Laode, ia mengatakan bahwa internet bukanlah sumber kebenaran, melainkan hanya mendukung nafsu kita. “Internet hanya menyediakan jasa untuk mendukung nafsunya kita,” ujarnya. Menurutnya, banyak orang mencari informasi hanya untuk memperkuat opini yang sudah dimiliki, bukan untuk memperluas wawasan.
Dalam catatannya, Raim mengungkapkan bahwa membaca buku bisa menjadi bekal untuk menumbuhkan literasi dan pola berpikir kritis. Buku pertama yang direkomendasikan adalah Atomic Habits karya James Clear. Menurutnya, buku ini mengajarkan pentingnya perubahan kecil yang konsisten setiap hari. “Kalau setiap hari kita upgrade diri kita 1%, selama setahun kita sudah upgrade 37 kali lipat,” kata Raim. Buku ini menjadi hadiah favorit yang sering ia berikan kepada teman dan saudara.
Rekomendasi kedua adalah The Psychology of Money karya Morgan Housel. Buku ini dianggap penting bagi pembaca berusia 20-30 tahun untuk memahami psikologi pengelolaan keuangan. Raim menyebutkan bahwa mencari uang dan mengelolanya adalah dua ilmu berbeda yang sama pentingnya. “Saya punya teman penghasilannya UMR, tapi dia pintar mengelola keuangan. Tiba-tiba dia punya mobil dan rumah,” tambahnya.
Buku ketiga adalah Filosofi Teras karya Henry Manampiring, penulis Indonesia yang populer. Buku ini mengenalkan konsep Stoikisme dan mengajarkan pembaca untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, seperti cara berpakaian atau bertutur kata. “Berhenti ambil peduli terhadap hal-hal yang di luar kendali kita, seperti cara orang memandang kita,” jelas Raim.
Rekomendasi keempat adalah Rumus Bahagia karya Mo Gawdat. Buku ini membahas cara sederhana untuk menjalani hidup bahagia di tengah gempuran informasi digital. Raim mengutip pesan dari buku ini: "Hidup itu seperti ponsel baru yang belum diinstal aplikasi apa-apa. Semakin banyak aplikasi diinstal, memori kita bisa rusak."
Terakhir, Raim merekomendasikan Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Suhyang. Buku ini sangat membantu bagi siapa saja yang ingin belajar komunikasi dan bercerita. Raim mengaku banyak belajar tentang berbicara, baik sebagai komika, penyanyi, guru, maupun podcaster, dari buku ini. “Kalau ada yang bilang saya pintar bikin lagu, pintar stand-up, sebenarnya saya hanya pintar dalam satu hal, yaitu seni bercerita,” ungkapnya.
Buku kelima ini, menurut Raim Laode, telah membantu hidupnya dan diyakini bisa memberi manfaat yang sama bagi para pembaca. Ia mengajak anak-anak muda untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca buku-buku berkualitas tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....