Sanggar Soca Niskala Sunda Sarat Dengan Prestasi

  • 16 Agt 2023 20:02 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang: Sanggar Soca Niskala Sunda Galuh Pakuan, merupakan satu-satunya sanggar tari yang ada di Subang, yang tidak memungut uang pendaftaran, maupun uang iuran dari para peserta. Hanya mewajibkan peserta, membawa perlengkapan sholat, yang digunakan sholat berjemaah sebelum memulai latihan.

Sanggar ini sudah menorehkan banyak prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, bahkan asia, hingga internasional. Sehingga membawa harum nama Subang, Jawa Barat dan juga Indonesia. Sementara, antusiasme orang tua yang ingin memasukan anak-anaknya belajar nari di Sanggar Soca Niskala Sunda cukup banyak, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK sederajat hingga Perguruan Tinggi.

Salah satu orang tua penari yakni Sugiastri mengatakan, ketertarikan dirinya memasukan anaknya di Sanggar ini.

"Dulu anak saya itu pemalu, setelah masuk di sanggar ini menjadi lebih percaya diri," ujar Sugiastri kepada RRI di Subang, Rabu (16/8/2023). Selain gratis biaya, lanjut Sugiastri, setiap mengikuti event selalu mendapatkan uang saku, sehingga membantu perekonomian keluarga, terlebih mendapatkan juara pada setiap perlombaan.

Sementara itu, Pengelola sekaligus Pendiri Sanggar Soca Nuskala Sunda Noviyanti Maulani mengunhkapkan, sanggar berdiri sejak tahun 2011, hingga saat ini, sudah berhasil menorehkan banyak prestasi, yang diraihnya hingga di festival internasional.

"Kalau prestasi di tingkat Kabupaten dan provinsi mungkin enggak kehitung tuh, termasuk prestasi di tingkat Nasional. Pada tahun 2021 lalu di Asia Championship yang diselenggarakan internasional Dancespot mendapatkan peringakt ke enam, dan itu baru pertama kali tampil mewakili Jawa Barat. Kemudian di tahun yang sama, kita juga mendapatkan peringkat ke 37 di ajang internasional dancespot championship, kita juga pernah menjadindelegasinIndonesia di Korea waktu itu," ungkap Noviyanti.

Di sanggar miliknya ini, menerapkan tarian kontemporer, klasik, jaipongan, jaipongan kreasi, kreasi baru, dan muay aerobic serta dancespot sehingga para penari, lanjut Noviyanti, yang sudah berprestasi itu, selain mudah melanjutkan pendidikan ke jenjang, berikutnya masuk melalui jalur prestasi non akademik, juga ada anak didiknya yang mendapatkan beasiswa.

Alhamdulillah juga, hampir seluruh anak didik kami yang nari di sini, mereka sudah bisa hidup mandiri, artinya mereka sudah tidak lagi minta uang jajan ke ornag tua, termasuk biasa sekolah hingga kuliah, bahkan bisa bantu kebutuhan orang tua sehari-hari," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....