Bukan Sekadar Lagu, Ini Warisan Ismail Marzuki
- 29 Sep 2026 10:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID - Bandung-Jauh sebelum musik bisa viral dalam hitungan detik melalui media sosial, Ismail Marzuki sudah menggunakan nada dan lirik untuk menyampaikan semangat kebangsaan kepada masyarakat Indonesia.
Komponis kelahiran Kwitang, Batavia, tersebut dikenal bukan hanya karena kemampuan bermusiknya, tetapi juga melalui karya yang merekam suasana perjuangan bangsa. Kiprahnya dalam musik bahkan berlangsung sejak masa sebelum Indonesia merdeka.
Dilansir dari ulasan kanal youtube radio kaset yang tayang pada 26 September 2025, Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Bakat musiknya berkembang sejak usia muda hingga ia menguasai sejumlah alat musik, seperti gitar, biola, dan akordeon.
| Baca juga: Sophia KATSEYE Rilis “Never Tear Us Apart” |
Kemampuannya kemudian berkembang melalui aktivitas bermusik bersama grup keroncong lokal. Karya-karyanya juga disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) serta radio kolonial NIROM, sehingga musik yang diciptakannya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Yang membuat karya Ismail Marzuki tetap dikenang bukan sekadar keindahan melodinya. Lagu seperti Halo-Halo Bandung, Rayuan Pulau Kelapa, Gugur Bunga, Indonesia Pusaka, dan Juwita Malam menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia sekaligus merekam semangat masyarakat pada masa perjuangan.
Musik pada masa itu memiliki peran yang berbeda dengan sekadar hiburan. Melalui lagu-lagunya, Ismail Marzuki menyampaikan pesan tentang tanah air, perjuangan, kehilangan, kerinduan, dan kecintaan terhadap Indonesia dengan bahasa musik yang mampu diterima masyarakat.
Jejak perjuangannya kemudian mendapat penghargaan negara. Namanya diabadikan menjadi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat, sementara pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2004.
Warisan Ismail Marzuki juga belum berhenti meski sang komponis telah lama tiada. Karya-karyanya terus dinyanyikan dan diaransemen ulang oleh generasi berbeda, menunjukkan bagaimana seorang pemuda dari Kwitang mampu menjadikan musik sebagai bagian dari identitas dan sejarah Indonesia.
Bagi generasi sekarang, kisah Ismail Marzuki menunjukkan bahwa sebuah karya tidak harus lahir dari teknologi canggih untuk memiliki pengaruh besar. Dengan nada, lirik, dan semangat kebangsaan, karya seorang musisi dapat melampaui zamannya dan tetap menemukan pendengar baru hingga hari ini.a
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....