Semangat Warga Cigadung Subang, Tidak Luntur Ditengah Efesiensi

  • 18 Agt 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang — Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dipengaruhi pemberlakuan efisiensi anggaran di pemerintahan, dan kondisi perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

"Memang tahun ini tidak semeriah tahun lalu, karena ada efisiensi anggaran. Ditambah ekonomi masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja," ujar Ketua RT 51/14 Kelurahan Cigadung, Agus Taufik, Selasa 18 Agustus 2026.

Meski demikian, semangat warga untuk memeriahkan kemerdekaan, tidak surut sedikit pun. Antusiasme terlihat jelas, saat warga RW 14 mengikuti berbagai perlombaan yang digelar di lingkungan setempat.

"Kurang meriahnya pesta rakyat, tidak menyurutkan semangat warga. Saat lomba, warga tetap tinggi animo untuk ikut, meskipun hadiahnya tidak sebagus tahun lalu," katanya.

Berbagai perlombaan rakyat, dan hiburan sederhana digelar secara swadaya oleh warga. Kegiatan tersebut, justru mempererat kebersamaan dan kekompakan antar warga di tengah keterbatasan.

"Acara ini bisa berjalan sukses, karena semangat gotong royong warga. Semua ikut iuran, tenaga, dan pikiran untuk menyukseskan acara," ungkap Agus Taufik.

Peringatan tahun ini, menjadi bukti bahwa jiwa nasionalisme tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran. Nilai kebersamaan, dan cinta tanah air tetap menjadi semangat utama, dalam perayaan kemerdekaan.

"Jiwa nasionalisme dan cinta tanah air, tidak luntur karena kondisi ekonomi. Kemerdekaan itu yang penting kita rayakan bersama," tegasnya.

Pesta rakyat, warga dilakukan secara "udunan" atau urunan. Meski acaranya tidak semeriah tahun lalu, kegiatan tetap berlangsung khidmat, dan penuh makna.

"Walaupun tidak semeriah tahun lalu, yang penting kegiatannya berjalan dengan khidmat. Warga tetap bahagia bisa berkumpul," ujar ia.

Menurut Agus, peringatan sederhana ini, justru mengajarkan nilai kemandirian dan kepedulian sosial. Warga belajar menghargai kemerdekaan, bukan dari kemewahan acara, tetapi dari kebersamaan.

"Dari sini kita belajar, merdeka itu bukan soal mewah. Tapi bagaimana kita bisa bersama-sama menjaga persatuan," katanya.

Ke depan, pihak RT berharap, kondisi ekonomi membaik, sehingga perayaan tahun depan bisa lebih meriah. Namun semangat gotong royong yang terbangun tahun ini, akan terus dijaga sebagai warisan positif.

"Mudah-mudahan tahun depan ekonomi lebih baik. Tapi semangat gotong royong ini jangan sampai hilang," pungkas Agus Taufik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....