Bawa Konsep "Nostalgic and Fresh", Krontjong Lapis Legit UPI Siap Tampil di SKF 2026
- 17 Jul 2026 14:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Krontjong Lapis Legit Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mematangkan persiapan jelang penampilannya di Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 melalui gladi akhir yang digelar pada Kamis (16/7/2026 malam. Gladi tersebut dilakukan dengan menyesuaikan tata letak (layout) panggung sebagaimana yang akan digunakan pada festival.
Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 akan berlangsung di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta pada 18–19 Juli 2026. Krontjong Lapis Legit UPI dijadwalkan tampil pada hari pertama, Sabtu (18/7), dengan mengusung konsep "Nostalgic and Fresh Keroncong", yang memadukan nuansa klasik dengan sentuhan musikal modern.
Pimpinan Delegasi Krontjong Lapis Legit UPI, Bayudjati Bintang Arrazaq, mengatakan seluruh personel telah mempersiapkan penampilan secara maksimal melalui latihan yang disesuaikan dengan kondisi panggung di lokasi acara.
"Kami sudah berlatih sesuai layout panggung yang akan digunakan di SKF. Harapannya saat tampil nanti seluruh personel bisa memberikan penampilan terbaik," ucap Bayu. Dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Jumat 17 Juli 2026.
Bayu merupakan mahasiswa UPI angkatan 2019 yang saat ini aktif sebagai guru musik dan keroncong di SD Arunika Waldorf. Selain itu, ia juga menjadi vokalis grup keroncong DeKlapeertaart serta aktif sebagai musisi keroncong di Bandung.
Membawakan Lima Penampilan dengan Sentuhan Nostalgia dan Modern
Pada penampilannya nanti, Krontjong Lapis Legit UPI akan menyuguhkan lima repertoar yang telah dikurasi agar dapat dinikmati lintas generasi. Repertoar tersebut terdiri atas Maripi karya Mang Koko, Keroncong Nona Manis versi Sutarsih, Langgam Bandung Utara karya G.A.P (Midaleudami), Berdikari Lagi karya Alfathusain dan DeKlapeertaart, serta Medley Lagu Jepang yang berisi lagu-lagu populer seperti Stay With Me, Dragon Ball, Doraemon, Crayon Shinchan, hingga Heavy Rotation versi JKT48.
Menurut Bayu, setiap lagu dipilih dengan pertimbangan konsep dan karakter pertunjukan.
"'Maripi' kami tampilkan sebagai identitas bahwa kami berasal dari tanah Sunda. 'Keroncong Nona Manis' dipilih karena memiliki lirik dan melodi yang unik. Sementara 'Langgam Bandung Utara' dan 'Berdikari Lagi' merupakan karya original dengan sentuhan pop yang lebih kekinian. Adapun medley lagu Jepang kami hadirkan sebagai ruang nostalgia, khususnya bagi generasi yang tumbuh di era 2000-an," jelasnya.
Memadukan Keroncong, Karawitan Sunda, dan Musik Modern
Salah satu kekuatan utama penampilan Krontjong Lapis Legit tahun ini terletak pada eksplorasi instrumentasi. Selain menggunakan instrumen khas keroncong seperti cak, cuk, cello, dan gitar, mereka juga menghadirkan perpaduan alat musik modern serta instrumen tradisional Sunda.
Instrumen yang digunakan antara lain bass, drum, keyboard, flute, violin, tenor saxophone, trumpet, gambang, tarompet Sunda, kendang, berbagai alat perkusi, sequencer, serta didukung tiga vokalis.
"Kami memadukan instrumen keroncong konvensional dengan instrumen combo dan karawitan Sunda. Aransemennya juga diperkaya dengan berbagai warna musik seperti karawitan Sunda, rock, bossa nova, gypsy jazz, ragtime, pop, keroncong gaya Tugu, hingga keroncong gaya Solo," tutur Bayu.
Representasi Inovasi Keroncong Kontemporer
Senior Krontjong Lapis Legit, Recky Darmawan, memberikan apresiasi terhadap perkembangan musikal grup tersebut. Alumni UPI angkatan 2011 itu pernah tampil di Solo Keroncong Festival pada 2014 bersama OK De Oemar Bakrie dan turut mengawal penampilan OK Emosi Jiwa. Saat ini, Recky mengajar di Sekolah Kuntum Cemerlang Bandung.
Menurutnya, konsep yang diusung Lapis Legit merupakan bentuk inovasi keroncong kontemporer yang tetap menghormati akar tradisi.
"Keberhasilan grup ini terlihat dari kemampuannya memadukan akar musik keroncong dengan identitas budaya Jawa Barat serta instrumen modern. Perpaduan kendang, suling, saksofon, dan pakem keroncong menghasilkan karakter musikal yang kuat," ujarnya.
Recky menilai terdapat tiga kekuatan utama dalam penampilan Lapis Legit. Pertama, eksplorasi instrumen lintas budaya yang mengombinasikan alat musik tradisional Sunda dengan instrumen modern sehingga menghasilkan tekstur musik yang kaya. Kedua, variasi repertoar yang mencakup keroncong asli, langgam, lagu populer, lagu daerah Jawa Barat, hingga karya original yang dikemas dalam aransemen matang. Ketiga, hadirnya identitas regional yang menjadi warna baru di tengah ekosistem musik keroncong nasional.
"Kesimpulannya, penampilan Lapis Legit di Solo Keroncong Festival 2026 merupakan representasi keberhasilan inovasi musik keroncong yang tetap berpijak pada akar tradisinya," pungkas Recky.
Tentang Solo Keroncong Festival (SKF) 2026
Solo Keroncong Festival 2026 mengusung tema "Keroncong Pusaka Nusantara" dengan tagline "Memayu Hayuning Keroncong", yang bermakna merawat dan menjaga keindahan musik keroncong agar terus hidup, berkembang, serta menjadi kebanggaan masyarakat.
Menjelang puncak acara, panitia telah menggelar rangkaian Road to Solo Keroncong Festival di kawasan Pasar Gede dan Jalan Gatot Subroto, serta menyelenggarakan Lomba Menyanyi Keroncong di RRI Surakarta.
Selain Krontjong Lapis Legit UPI Bandung, festival ini juga akan menghadirkan sejumlah musisi dan kelompok keroncong ternama, di antaranya Bangkit Sanjaya, Tuti Maryati, Iksan Skuter, Hendri Lamiri, Iga Mawarni, Rozita Rohaizad, The Royal Surakarta Symphony Orchestra, serta berbagai orkes keroncong dari kecamatan se-Kota Surakarta.
Masyarakat juga dapat menyaksikan rangkaian acara secara langsung melalui kanal YouTube DISBUDPAR Surakarta dan PARIWISATA SOLO, akun Instagram @solokeroncongfestival.id, serta radiokeroncong.id.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....