Tipe-X, Band Ska yang Mengubah Wajah Musik Indonesia

  • 30 Jun 2026 21:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Tipe-X menjadi salah satu grup musik paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia setelah berhasil mempopulerkan genre ska ke kalangan anak muda pada akhir dekade 1990-an. Melalui lagu-lagu yang enerjik dipadukan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Tipe-X sukses menghadirkan warna baru di tengah dominasi musik pop dan rock.

Disampaikan dalam kanal YouTube Izzy Film yang tayang pada 12 Juni 2026, Tipe-X berawal dari empat sahabat asal Jakarta, yakni Tresno, Mickey, Yoss, dan Hendro yang rutin berlatih musik bersama. Awalnya mereka membentuk band bernama Headmaster dan memainkan lagu-lagu rock dari Nirvana, Green Day hingga Pearl Jam.

Perjalanan mereka berubah ketika mulai mengenal musik ska. Irama yang ceria, enerjik, serta penggunaan alat musik tiup membuat mereka jatuh hati pada genre tersebut. Pada 10 September 1995 mereka mengganti nama menjadi Tipe-X, kemudian melengkapi formasi dengan Billy di gitar, Andi Toha pada trompet, dan Anto sebagai pemain trombon.

Meski sempat ditolak sejumlah label rekaman karena musik ska dianggap tidak memiliki pasar di Indonesia, Tipe-X tetap konsisten tampil dari panggung sekolah, kampus hingga komunitas musik. Kegigihan itu akhirnya membuahkan hasil ketika memperoleh kesempatan merilis album perdana Skaphobia pada 1999.

Album tersebut menjadi titik balik perkembangan musik ska nasional. Dengan penjualan lebih dari 380 ribu kopi dan meraih penghargaan Double Platinum, Tipe-X berhasil membuka jalan bagi lahirnya ratusan band ska di berbagai daerah. Lagu-lagu seperti Genit ikut memperkuat popularitas mereka melalui radio dan televisi.

Kesuksesan berlanjut lewat album Mereka Tak Pernah Mengerti pada 2001 yang melahirkan lagu populer seperti Sakit Hati dan Salam Rindu. Album itu kembali mencetak penjualan tinggi hingga meraih Triple Platinum, sekaligus menegaskan posisi Tipe-X sebagai band ska terbesar di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Tipe-X beberapa kali mengalami pergantian personel, terutama pada posisi drummer. Meski demikian, identitas musik mereka tetap terjaga melalui perpaduan ska, rock alternatif, dan sentuhan musik lokal yang membuat karya-karyanya tetap relevan di berbagai generasi.

Memasuki era digital, Tipe-X tetap aktif berkarya dan mempertahankan kedekatan dengan penggemarnya. Saat pandemi COVID-19, mereka menggelar konser virtual melalui YouTube, sebelum merilis album Tanda Istimewa pada 2025. Memasuki 2026, Tipe-X juga merilis ulang sejumlah lagu legendaris seperti Mawar Hitam, Salam Rindu, Sakit Hati, dan Kamu Nggak Sendirian dengan kualitas audio yang lebih modern.

Menjelang usia ke-30 tahun, Tipe-X kembali menggelar tur Orkeska di berbagai kota Indonesia. Konsistensi berkarya selama hampir tiga dekade membuat Tipe-X diakui sebagai salah satu legenda musik ska Indonesia yang berhasil mengubah genre yang semula dianggap musik pinggiran menjadi bagian penting dalam sejarah industri musik nasional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....