Supergirl Gagal, Hollywood Disentil

  • 30 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Film Supergirl mendapat banyak kritik setelah penayangannya. Namun, menurut kolom opini Variety, yang seharusnya disorot bukan hanya filmnya, melainkan cara Hollywood selama ini menangani film superhero dengan tokoh utama perempuan.

Selama ini, setiap film superhero perempuan yang kurang sukses sering dianggap sebagai bukti bahwa penonton tidak tertarik pada karakter perempuan. Padahal, masalah utamanya dinilai bukan soal gender, melainkan kualitas cerita, penulisan naskah, dan keputusan kreatif dari studio yang kurang maksimal.

Variety menilai banyak karakter superhero perempuan masih dibuat terlalu "aman" sehingga kehilangan daya tariknya. Akibatnya, potensi karakter tidak berkembang sepenuhnya. Padahal, film seperti Wonder Woman pernah membuktikan bahwa superhero perempuan bisa sukses besar jika didukung cerita yang kuat dan karakter yang menarik.

DC Studios sebenarnya mencoba menghadirkan sosok Supergirl yang berbeda. Dalam film yang dibintangi Milly Alcock ini, Kara Zor-El digambarkan lebih emosional, penuh luka, dan jauh dari sosok pahlawan yang selalu sempurna. Pendekatan itu diambil dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow.

Lewat kritik tersebut, Variety mengingatkan bahwa kegagalan sebuah film seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Hollywood, bukan alasan untuk meragukan film superhero perempuan. Yang dibutuhkan penonton adalah cerita yang lebih berani, karakter yang lebih kuat, dan kualitas film yang benar-benar mampu memikat sejak awal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....