Film Marama Angkat Perlawanan Perempuan Maori
- 26 Jun 2026 17:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Film horor balas dendam Mārama karya sutradara Taratoa Stappard mengangkat kisah perjuangan perempuan Māori dalam menghadapi dampak kolonialisme. Film yang telah dirilis melalui layanan video on demand (VOD) ini terinspirasi dari sejarah keluarga sang sutradara dan perjuangan leluhurnya dalam mempertahankan identitas budaya.
Dilansir dari Variety, tokoh utama, Ariāna Osborne, memerankan Mārama, seorang perempuan Māori yang berangkat dari Selandia Baru ke Inggris untuk mencari jejak keluarganya. Namun, perjalanan tersebut justru membawanya menghadapi berbagai rahasia kelam dan bayang-bayang kolonialisme yang mengancam identitasnya.
Stappard mengungkapkan film ini terinspirasi dari kisah nenek buyutnya yang, bersama saudara kembarnya, tetap menampilkan tarian tradisional dan mengenakan tato wajah khas Māori atau tā moko pada akhir abad ke-19. Saat itu, tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan budaya kolonial yang masih berlangsung.
Salah satu adegan penting dalam film menampilkan tarian haka yang diciptakan khusus untuk produksi ini. Adegan tersebut disusun bersama konsultan budaya Māori agar tetap menghormati tradisi, dan menjadi simbol perlawanan Mārama terhadap para penjajah dalam cerita.
Setelah mendapat sambutan positif di sejumlah festival film internasional, Stappard memastikan Mārama merupakan film pertama dari trilogi yang akan dilanjutkan dengan Anahira dan Taumanu. Ketiga film tersebut akan mengangkat tema tentang garis keturunan, keluarga, dan pembalasan sebagai bagian dari warisan budaya Māori.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....