Lagu "Merbabu" Kampanye Ekowisata dan Pelestarian Alam Gunung Digencarkan
- 28 Apr 2026 20:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Upaya mempromosikan Taman Nasional Gunung Merbabu sebagai destinasi ekowisata terus digencarkan melalui pendekatan kreatif. Salah satunya dengan peluncuran lagu bertajuk “Merbabu” yang digagas bersama musisi dan mitra Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI, Dwi Januanto Nugroho, yang juga menjadi pencipta lagu tersebut, mengatakan kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk musisi dan pegiat alam. Menurutnya, lagu ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana promosi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada masyarakat.
“Ini adalah kerja bersama dengan para sahabat musisi untuk menyampaikan bahwa pendakian bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi juga upaya merawat alam serta perjalanan batin kembali ke alam,” ujar Dwi usai peluncuran lagu Merbabu di Arei Flagship Store Cihampelas, Selasa 28 April 2026.
Ia mengutarakan, pengelolaan pendakian di Gunung Merbabu kini terus dibenahi dengan pendekatan ekowisata, di antaranya melalui penerapan kuota pendaki serta penertiban jalur-jalur ilegal. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat agar pendaki memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab menjaga lingkungan.
“Kami terus mendorong edukasi bahwa setiap pendaki memiliki kewajiban menjaga alam. Upaya bersih-bersih sampah juga sudah dilakukan, dan ke depan akan terus ditingkatkan,” katanya.
Dwi juga mengungkapkan bahwa pihaknya aktif berdiskusi dengan berbagai komunitas, termasuk pengelola kawasan Merbabu, guna meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pendakian. Selain itu, pengalaman langsung di berbagai gunung seperti Gunung Kerinci turut menjadi inspirasi dalam proses kreatif lagu tersebut.
Sementara itu, mantan vokalis band Naff, Rusyaedi Makmun atau yang akrab disapa Ady, mengaku mendapatkan pengalaman emosional mendalam saat menyanyikan lagu “Merbabu”. Ia bahkan terinspirasi setelah merasakan langsung pendakian di sejumlah gunung di Indonesia.
“Awalnya saya merasa kaku, tetapi setelah diajak mendaki, saya mulai memahami keindahan alam. Gunung itu seperti ‘kekasih’ para pendaki. Saya bahkan sempat menangis di atas karena merasakan perjuangan dan keindahan sekaligus,” ungkapnya.
Ady menambahkan, meskipun memiliki ketakutan terhadap ketinggian, ia berhasil mencapai puncak dan merasakan makna baru tentang hubungan manusia dengan alam. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk total dalam menggarap lagu “Merbabu”.
“Saya mengeluarkan seluruh energi dan kemampuan saya. Kali ini saya sangat puas dengan hasil aransemennya,” katanya.
Di sisi lain, perwakilan Arei Outdoorgear, Bryant Peter Budijanto, berharap lagu ini mampu membangkitkan semangat masyarakat, khususnya generasi muda dan figur publik, untuk lebih mengenal dunia pendakian.
“Kami ingin mengajak masyarakat agar melihat pendakian bukan sekadar tren atau FOMO, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab untuk menghargai dan melestarikan alam, sekaligus menjaga keselamatan diri saat berada di gunung,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....