Sejarah Grup Band Rock Legendaris "Edane"
- 29 Mar 2026 22:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Band rock legendaris "Edane" terus membuktikan eksistensinya di industri musik tanah air dengan konsistensi karya dan energi panggung yang tetap kuat lintas generasi, meski telah melalui berbagai dinamika sejak awal kemunculannya.
Dilansir dari kanal YouTube Izzyfilm, perjalanan Edane berawal dari proyek kolaborasi antara Eet Sjahranie dan Eki Soekarno pada akhir 1980-an melalui konsep duo bertajuk E dan E yang kemudian berkembang menjadi band penuh pada 1992.
Dalam narasi tersebut dijelaskan, kemunculan Edane menjadi warna baru di tengah perubahan selera musik Indonesia saat itu, dengan karakter riff gitar agresif dan aransemen yang berani, Mereka hadir membawa energi segar bagi perkembangan musik rock nasional.
Formasi awal band ini diperkuat oleh Eet Sjahranie pada gitar, Eki Lamoh pada vokal, serta sejumlah personel lain yang turut membangun fondasi musikal Edane di awal 1990-an, kata narasi tersebut menggambarkan perjalanan awal mereka.
Kesuksesan awal langsung diraih setelah perilisan album perdana yang menampilkan karakter musik tegas, serta kesempatan tampil sebagai band pembuka dalam tur dunia Sepultura di Jakarta, yang membuat nama Edane semakin dikenal luas di kalangan pecinta rock Indonesia.
Namun perjalanan band ini tidak selalu mulus, karena perbedaan arah musikal sempat membuat Eki Lamoh keluar dari band, sebelum akhirnya digantikan oleh Herry Batara yang membawa nuansa baru dalam karya mereka.
Memasuki pertengahan 1990-an, Edane kembali merilis album yang lebih matang secara musikal dengan eksplorasi aransemen dan lirik yang semakin beragam, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai band rock papan atas Indonesia.
Perjalanan musikal Edane terus berkembang hingga akhirnya melibatkan vokalis Trison Manurung pada awal 2000-an, yang menghadirkan karakter vokal tinggi dan bertenaga, Kehadirannya membawa warna baru yang lebih kuat dan modern.
Salah satu karya yang melejit pada masa itu adalah lagu “Kau Pikir Kaulah Segalanya” yang menjadi populer di kalangan remaja, sekaligus memperluas basis penggemar Edane di industri musik nasional.
Selain aktif merilis album, Edane juga terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi, termasuk penggarapan kompilasi musik rock dan kontribusi dalam soundtrack film internasional, yang menunjukkan fleksibilitas serta daya saing mereka di level global.
Meski sempat mengalami masa vakum, Edane kembali bangkit dengan formasi baru dan merilis album berbahasa Inggris sebagai bagian dari strategi menembus pasar internasional, sekaligus menandai fase baru dalam perjalanan karier mereka.
Dalam berbagai festival musik besar seperti Hammersonic dan Java Rockin’land, Edane tetap tampil energik dan mampu mempertahankan citranya sebagai ikon rock Indonesia yang konsisten di tengah perubahan zaman.
Perjalanan panjang Edane juga diwarnai berbagai tantangan, termasuk pergantian personel hingga kabar duka atas wafatnya sejumlah mantan anggota, namun hal tersebut tidak menghentikan langkah mereka untuk terus berkarya dan tampil di panggung musik nasional maupun internasional.
Hingga kini, Edane tetap berdiri sebagai simbol ketangguhan dan konsistensi dalam industri musik rock Indonesia. Mereka juga membuktikan bahwa perubahan bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....