Permainan Tradisional Jawa Barat Kembali Diminati Generasi Muda

  • 06 Mar 2026 09:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID Bandung - Budaya permainan tradisional di Jawa Barat kembali mendapat perhatian masyarakat. Di tengah maraknya permainan digital,berbagai komunitas budaya dan sekolah mulai menghidupkan kembali kaulinan barudak lembur atau permainan anak kampung yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Sejumlah permainan seperti oray –orayan,sondah,boy –boyan,engrang dan gatrik kini sering ditampilkan dalam kegiatan budaya di berbagai daerah,termasuk di Bandung dan Garut. Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan,tetapi juga secara pendidikan karakter bagi anak-anak.

Menurut budayawan Sunda,permainan tradisional mengajarkan nilai gotong royong,sportivitas,hingga ketangkasan fisik. Dalam permainan oray-orayan misalnya,anak-anak belajar kekompakan dan strategi. Sementara pada engrang,keseimbangan dan keberanian menjadi kunci utama.

Pemerintah daerah melalui dinas Kebudayaan di Bandung juga rutin menggelar festival kaulinan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya. Kegiatan ini biasanya digelar bertepatan dengan peringatan hati jadi kota atau momentum perayaan budaya Sunda.

Di sejumlah sekolah dasar,guru mulai memasukan permainan tradisional dalam kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai sekaligus mengenalkan identitas budaya daerah sejak dini.

Orang tua pun menyambut positif kebangkitan permainan tradisional tersebut. Mereka berharap anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki pengalaman sosial yang kuat melalui interaksi langsung di lingkungan sekitar.

Pelestarian permainan tradisional Jawa Barat menjadi tanggung jawab bersama. Dengan dukungan masyarakat,sekolah dan pemerintah,warisan budaya ini diharapkan tetap hidup dan relevan ditengah arus modernisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....