Pengaruh Musik Dari Seorang Morrissey

  • 28 Feb 2026 09:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dikenal dengan lagu legendaris Alma Matters, sosok Steven Patrick Morrissey atau Morrissey dikenal sebagai salah satu musisi Inggris paling berpengaruh yang perjalanan kariernya diwarnai kontroversi, kritik politik, hingga aktivisme sosial. Namanya mencuat sejak era 1980-an dan tetap menjadi perbincangan hingga kini.

Kisah tersebut dilansir dari kanal YouTube IZZY FILM yang mengulas perjalanan hidup dan karier Morrissey sejak masa kecil hingga menjadi ikon musik alternatif Inggris.

Morrissey lahir di Manchester, Inggris, pada 22 Mei 1959 dari keluarga keturunan Irlandia yang taat Katolik. Masa kecilnya diwarnai pengalaman perundungan di sekolah yang membentuknya menjadi pribadi penyendiri dan kritis terhadap sistem pendidikan formal.

Ketertarikannya pada dunia literasi tumbuh sejak remaja berkat dorongan sang ibu yang bekerja sebagai pustakawan. Ia mulai gemar membaca karya sastra dan tertarik pada berbagai isu sosial, yang kemudian memengaruhi lirik-lirik lagunya di kemudian hari.

Baca juga: Lagu

Dalam dunia musik, Morrissey dikenal sebagai vokalis band legendaris The Smiths yang dibentuk bersama gitaris Johnny Marr pada awal 1980-an. Band ini sempat mengalami penolakan dari label rekaman sebelum akhirnya meraih kesuksesan melalui rilisan album independen yang mendapat respons positif publik.

Namun perjalanan kariernya tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah lagu The Smiths sempat dituding memuat pesan sensitif, meski Morrissey membantah keras tuduhan tersebut. Ia juga dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah Inggris serta Perdana Menteri pada masanya, sehingga kerap disebut sebagai figur politik dalam industri musik.

Setelah The Smiths bubar pada 1987 akibat konflik internal, Morrissey melanjutkan karier solo dan merilis sejumlah album yang mendapat pujian kritikus. Beberapa karyanya bahkan menembus tangga lagu internasional, termasuk Billboard di Amerika Serikat.

Di luar musik, Morrissey dikenal sebagai aktivis hak-hak hewan dan telah menjadi vegetarian sejak usia 11 tahun. Ia kerap menggunakan panggung konsernya untuk menyuarakan penolakan terhadap praktik perburuan hewan dan kebijakan yang dianggap tidak manusiawi.

Pernyataannya mengenai isu politik dan sosial, termasuk kritik terhadap keluarga Kerajaan Inggris serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat, kerap memicu perdebatan publik. Meski demikian, ia tetap memiliki basis penggemar besar yang tersebar di berbagai negara.

Hingga kini, Morrissey diakui sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam perkembangan musik alternatif Inggris. Karyanya dinilai memberi dampak luas terhadap generasi musisi berikutnya, sekaligus menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi medium ekspresi kritik sosial dan politik secara terbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....