Green Day Guncang Panggung Pembuka Super Bowl LX

  • 09 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Green Day membuka rangkaian seremoni pembukaan Super Bowl 60 dengan penampilan penuh energi namun tanpa pernyataan politik besar. Band punk rock legendaris tersebut memilih membiarkan musik mereka berbicara, meski dikenal vokal terhadap berbagai isu sosial. Keputusan itu langsung menjadi sorotan karena publik biasanya menunggu komentar tajam dari grup asal Amerika Serikat tersebut.

Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, dan Tré Cool naik ke panggung di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, pada Minggu, 8 Februari. Mereka menyapa penonton dengan semangat khas konser stadion yang intens sejak lagu pertama dimainkan. Penampilan itu menandai momen penting dalam seremoni pembukaan salah satu ajang olahraga terbesar dunia.

Green Day membawakan lagu “Holiday,” “Boulevard of Broken Dreams,” dan “American Idiot” dalam set singkat namun padat. Meski “American Idiot” memiliki muatan kritik sosial dan politik, band tersebut tidak menambahkan komentar provokatif selama penampilan. Mereka membiarkan lirik asli menyampaikan pesan tanpa interupsi.

Armstrong kemudian menyapa penonton dengan seruan, “Welcome to The Bay! It’s Super Bowl 60!” Ia menyampaikan sapaan itu saat sejumlah legenda NFL naik ke panggung. Mantan MVP Super Bowl seperti Tom Brady, Jerry Rice, dan Joe Montana ikut memeriahkan momen pembukaan.

Penampilan yang relatif tenang itu berbeda dari konser Green Day di San Francisco dua hari sebelumnya. Dalam konser tersebut, Armstrong sempat melontarkan komentar keras terhadap agen ICE dan kondisi politik Amerika Serikat. Kontras sikap itu menunjukkan bahwa band sengaja menyesuaikan nada penampilan untuk acara olahraga berskala global.

Seremoni pembukaan juga merayakan 60 tahun sejarah Super Bowl sekaligus menghadirkan para MVP dari berbagai era. Green Day merasa momen itu sangat personal karena band tersebut terbentuk di kawasan San Francisco Bay Area pada 1987. Mereka tampil sebagai “tuan rumah” yang menyambut penonton di wilayah asalnya sendiri.

Dalam pernyataan sebelumnya, Armstrong mengaku sangat antusias membuka Super Bowl 60 di “halaman belakang” mereka. Ia menegaskan bahwa band merasa terhormat bisa menyambut para legenda NFL dan memulai malam besar bagi penggemar di seluruh dunia. Ia juga mengajak penonton bersenang-senang dan membuat stadion bergemuruh.

Pihak NFL melalui direktur senior presentasi acara dan pertandingan, Tim Tubito, menilai kolaborasi dengan Green Day sebagai langkah kuat untuk membuka perayaan. Penyelenggara ingin menghadirkan selebrasi kolektif yang menghormati sejarah liga sekaligus menghibur penonton global. Mereka bekerja sama dengan NBC Sports untuk memastikan seremoni berjalan meriah.

Meski kali ini menahan pernyataan politik langsung, Green Day tetap dikenal sebagai band yang vokal terhadap isu panas, termasuk kritik terhadap Donald Trump dan polarisasi politik Amerika. Trump bahkan sempat menyatakan rencana memboikot Super Bowl 2026 karena keterlibatan Green Day dan Bad Bunny dalam hiburan pertandingan. Situasi tersebut menegaskan bahwa kehadiran Green Day di panggung Super Bowl tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membawa konteks sosial yang terus mengikuti perjalanan karier mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....