Dokumenter Melania Dihujani Kritik Pedas
- 31 Jan 2026 14:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID. Bandung - Film dokumenter "Melania" menuai kritik keras dari berbagai media internasional. Dokumenter produksi Amazon MGM bernilai besar ini menyorot Melania Trump dalam 20 hari menjelang pelantikan Presiden 2025, namun banyak kritikus menilai hasilnya jauh dari memuaskan.
Disutradarai Brett Ratner, film berdurasi hampir dua jam itu dianggap terlalu memuja subjeknya. Sejumlah ulasan menyebutnya lebih mirip film propaganda mahal ketimbang dokumenter yang memberi sudut pandang baru atau kedalaman personal.
The Hollywood Reporter menilai film ini “mengagungkan tokoh utamanya secara berlebihan,” sementara The Atlantic menyebutnya “aib” dan mengkritik ritme yang membosankan serta minim konflik. The Guardian bahkan menyebut pengalaman menontonnya sebagai “dua jam neraka tanpa akhir.”
Nada serupa datang dari Variety dan The Daily Beast, yang menilai film tersebut hambar, repetitif, dan terasa seperti potongan reality show tanpa arah. Beberapa kritikus juga menyoroti gaya visual yang dianggap ganjil dan tidak konsisten.
Satu-satunya ulasan relatif positif datang dari London Evening Standard. Media ini menyebut film tersebut sebagai potret kurasi diri Melania yang rapi, meski tetap mempertanyakan apakah nilainya sepadan dengan biaya produksinya.
Terlepas dari hujan kritik, Melania tetap mencuri perhatian publik karena skala rilisnya yang luas—diputar di lebih dari 1.500 bioskop di AS—serta anggaran yang sangat besar untuk ukuran dokumenter. Performa box office-nya kini dipantau sebagai barometer minat publik terhadap film politik kontroversial.
Bagi banyak pengulas, kesimpulannya jelas: Melania lebih berhasil sebagai fenomena budaya dan politik ketimbang sebagai karya dokumenter yang kuat secara sinematik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....