Saba Sanggar Tari di Kota Bandung Penuh Kekeluargaan

  • 04 Nov 2025 20:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang : Mengawali bulan November dengan semangat kebersamaan, Saba Sanggar Tari di Kota Bandung, digelar dengan meriah di Padepokan Angklung Udjo. Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Sanggar Sukma Jati Sunda ini, diikuti oleh 26 sanggar se-Kota Bandung yang antusias menyambut ajang Saba Sanggar Road to Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX.

Kegiatan ini, bukan sekadar ajang silaturahmi antar pelaku seni, tetapi juga merupakan bagian dari program pembinaan prestasi generasi muda, yang digagas oleh LAK Galuh Pakuan. "Sejak awal kedatangan kami, suasana penuh semangat, terasa melalui rangkaian kegiatan, yang tertata rapi dan sangat dipersiapkan, dimulai dari upacara penyambutan, dilanjutkan dengan tarian kreasi Nusantara, tarian khas Kota Bandung, hingga pementasan angklung bersama, yang dimainkan oleh seluruh peserta. Harmoni seni dan keceriaan, menjadikan suasana Saba Sanggar semakin hidup, dan penuh makna," terang Noviyanti kepada RRI di Subang, Selasa (4/11/2025).

Selain pertunjukan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi petunjuk teknis, sejarah festival, serta pemaparan tema lagu untuk Festival Galuh Pakuan Cup. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, bahkan berlanjut hingga malam hari.

"Para peserta, khususnya koreografer dan pimpinan sanggar, tampak antusias menggali lebih dalam tentang filosofi, dan arah pengembangan festival, sebagai wadah prestasi dan ekspresi seni Jaipongan kreasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Datam, selaku koordinator sanggar Kota Bandung, menyampaikan, Saba Sanggar LAK Galuh Pakuan, memiliki makna penting sebagai wadah pemersatu dan penguat jalinan antar sanggar. “Saba Sanggar ini, bukan sekadar pertemuan, tapi juga ruang untuk saling menginspirasi, dan memotivasi kreativitas para pelaku seni. Di sinilah tumbuh semangat, kuatna diri, kuatna rasa, jeung kuatna jiwa kebersamaan, yang menghidupkan nilai silih asah, silih asih, jeung silih wangi di antara kita,” ujar Datam.

Lebih lanjut, Datam menegaskan, kompetisi sejatinya cukup terjadi di atas panggung, sebagai arena unjuk karya dan prestasi. "Di luar panggung, yang terpenting adalah persaudaraan, saling dukung, dan semangat bersama, untuk memajukan seni budaya Sunda, khususnya di Kota Bandung," pungkasnya.

Ke 26 sanggar yang hadir:

1. Gondo Art Production,

2. Tia Studio,

3. Sanggar Tari Yenny Studio,

4. Studio Tari Putra Mayang Mandiri,

5. Sanggar Tari Kostari Production,

6. Sanggar Tari Krastala,

7. Studio Turiang Sajat

8. Baladra Wara Sajiwa Sarasa,

9. S Diar Studio,

10. Padepokan Daengudjo,

11. Mekar Rahayu Sanggar Tari Tradisional,

12. Stamesswari 89 Entertainment,

13. Sanggar Tari Jingga Buana Bandung,

14. Sanggar Pendidikan Seni Supu Kaba,

15. Sanggar Tari Putri Ayu Bandung,

16. Studio Berlian,

17. Cakanti Manik Pakuan,

18. Sanggar Tari Dwi Manu Hara,

19. Sanggar Tari Jaipongan Satria Kania Padjajaran,

20. Padepokan Krisna Wijaya,

21. Panca Wijaya Art Production,

22. Sanggar Tari Kurnia,

23. SMP Negeri 59 Bandung,

24. Roemah Tari Pangesti,

25. Rumah Kreasi Jaipongan Kharima Asih, dan

26. Sukma Jati Sunda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....