"Jangan Panggil Mama Kafir", Perjuangan Ibu Beda Agama
- 19 Okt 2025 22:46 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Aktris Michelle Ziudith menilai sosok Maria dalam film “Jangan Panggil Mama Kafir” menggambarkan perjuangan seorang ibu tunggal yang dengan penuh ketulusan membesarkan anaknya meski berbeda keyakinan agama. “Ternyata setelah riset, kami menemukan cukup banyak kasus di masyarakat di mana ibu dan anak berbeda keyakinan. Itu yang membuat aku semakin tertarik, karena temanya dekat dengan realita dan juga cukup berani,” kata Michelle dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Ia menuturkan bahwa proses pendalaman karakter berlangsung intensif selama sebulan sebelum syuting dimulai, karena seluruh tim berupaya menampilkan dinamika keluarga beda agama dengan penuh empati, bukan sensasi. Michelle berharap penonton dapat menangkap pesan kemanusiaan dari film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo itu.
Baca juga:Stray Kids Akan Segera Comeback dengan "Do It"
“Cinta tetap cinta, kasih sayang tetap kasih sayang. Tidak ada yang bisa memisahkan itu. Film ini ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk berjarak, tapi justru untuk saling memahami,” tuturnya.
Sementara itu, Pemeran Fafat, Giorgino Abraham, menuturkan film ini juga mengajak penonton untuk memahami bahwa cinta dan kasih sayang tak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama. “Lewat tokoh Maria, kita bisa melihat bahwa kasih seorang ibu itu universal. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk mencintai dengan tulus,” katanya.
Ia menambahkan, kisah Maria dan anaknya juga menggambarkan bentuk toleransi. Yaitu toleransi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....